Perjalanan Putih dari Lebak ke Solo: Doa Ratusan Santri untuk Jokowi

- Publisher

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan KH. Ir. Abdul Kholiq beserta rombongan Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah dari Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, di kediaman pribadinya, Sumber, Solo, Minggu malam (10/8/2025). Pertemuan tersebut diisi doa bersama untuk kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan Presiden beserta keluarga. Foto: Istimewa

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan KH. Ir. Abdul Kholiq beserta rombongan Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah dari Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, di kediaman pribadinya, Sumber, Solo, Minggu malam (10/8/2025). Pertemuan tersebut diisi doa bersama untuk kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan Presiden beserta keluarga. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Langit Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, sore itu berwarna tembaga. Di halaman pesantren asuhan KH. Ir. Abdul Kholiq, para santri dan warga berkumpul, berpakaian serba putih, wajah-wajah mereka memantulkan cahaya sore. Mereka bersiap memulai perjalanan panjang, bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin.

Setiap bulan Muharram, rombongan ini melakukan wisata religi. Mereka menziarahi makam-makam ulama, masjid bersejarah, dan rumah tokoh yang mereka hormati. Tahun ini, salah satu tujuan akhir adalah kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Jalan Kutai Utara No. 01, Sumber, Solo.

“Kami urunan untuk perjalanan ini,” tutur KH. Abdul Kholiq, sang pengasuh.

“Ziarah ini tradisi kami, dan malam ini kami membawa misi doa untuk Pak Jokowi.”

Bus melaju melewati jalan-jalan yang berliku, diselingi perbincangan hangat dan lantunan salawat. Rombongan berhenti di beberapa tempat suci, menyematkan doa di setiap persinggahan. Semakin malam, semakin dekat mereka dengan Solo.

BACA JUGA:  Keikutsertaan Timnas U-20 Israel tidak Mempengaruhi Dukungan Indonesia ke Palestina

Minggu (10/8) malam, halaman rumah Jokowi sudah disiapkan. Kursi-kursi berjajar di bawah cahaya lampu yang temaram. Ketika rombongan tiba, suasana menjadi teduh. Ayat-ayat suci Alquran mulai dilantunkan, salawat Asyghil mengalir dari bibir ke hati, memantul di udara malam yang lembut.

Jokowi keluar menyapa. Ia duduk di tengah-tengah mereka, tidak ada jarak, hanya tatapan hangat dan senyum yang menenangkan.

BACA JUGA:  Peringati Hari Anak Nasional, OJK dan bank bjb Gelar Kampanye Ayo Menabung di Bogor

“Malam ini kami mendoakan kesehatan, kesejahteraan, dan kebaikan untuk keluarga Bapak Jokowi. Kenapa kok kami mendoakan Pak Jokowi? Ya karena Pak Jokowi itu presiden ketujuh yang dalam sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama memiliki peran penting,” ujar KH. Abdul Kholiq.

Salah satu peran itu, lanjutnya, adalah menetapkan Hari Santri Nasional. “Pak Joko Widodo bersikeras bahwa Hari Santri Nasional itu lahir dari resolusi jihadnya Mbah Hasyim Asy’ari. Hadiah terindah dari Presiden yang ke-7 terhadap warga NU adalah menghadiahi Hari Santri Nasional.”

Doa malam itu diawali tawasul, lalu pembacaan enam surat Alquran: Al-Insyirah, Al-Qadr, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Fatihah. “Enam surat ini dibaca para masyair saat menghadapi kesulitan. Insya Allah, ketika dalam situasi sulit, orang yang membacanya akan dimudahkan oleh Allah. Ini juga sebagai benteng untuk melindungi Pak Jokowi,” kata KH. Abdul Kholiq.

BACA JUGA:  Apes! Sepeda Motor ini Masuk Septik Tank, Gara-Gara Hujan Deras

Ia menutup dengan doa penuh harap:

“Biar terhindar dari fitnah, beliau selamat panjang umur, selalu diberikan kebaikan. Karena tidak ada balasan orang baik kecuali juga dengan kebaikan.”

Di malam itu, doa, sejarah, dan persaudaraan berpadu. Dari Lebak hingga Solo, mereka membawa pesan sederhana: bahwa pemimpin yang menghargai jasa pahlawan selalu layak diiringi doa.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya
Hotel Jamaah Haji Batam 2026 Ditentukan, Ibadah Diharapkan Lebih Khusyuk
Amsakar Hadiri Tablig Akbar PERMASA, Tekankan Harmoni di Kota Multikultural
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat
Hadiri Tabligh Akbar AGPAII, Amsakar: Guru Agama Kunci Pembentukan Karakter
Dikembangkan Terintegrasi, Tanjung Banon Siap Jadi Magnet Investasi di Batam
Ikuti Arahan Pusat, Natuna Kaji Penerapan WFH untuk ASN, Cen Sui Lan: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:40 WIB

Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya

Senin, 20 April 2026 - 08:25 WIB

Hotel Jamaah Haji Batam 2026 Ditentukan, Ibadah Diharapkan Lebih Khusyuk

Senin, 20 April 2026 - 08:00 WIB

Amsakar Hadiri Tablig Akbar PERMASA, Tekankan Harmoni di Kota Multikultural

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

“Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat

Berita Terbaru