INIKEPRI.COM – Istilah malas gerak atau mager sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, terutama di era serba digital saat ini.
Meski terlihat tidak berbahaya, gaya hidup minim aktivitas ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Efek buruknya memang tidak langsung terasa, tetapi perlahan muncul setelah bertahun-tahun menjalani kebiasaan duduk terlalu lama.
Melansir hellosehat.com, berikut beberapa dampak kesehatan yang bisa timbul jika mager terus dibiarkan:
1. Resistensi Insulin
Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh kesulitan menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin. Akibatnya, gula darah meningkat dan risiko terkena diabetes tipe 2 menjadi lebih besar.
2. Menurunnya Fungsi Otak
Gerakan fisik membantu mengalirkan darah kaya oksigen menuju otak. Aliran ini penting untuk menjaga sel-sel otak tetap sehat. Ketika tubuh jarang bergerak, fungsi otak dapat menurun dan risiko gangguan memori hingga pikun meningkat.
3. Risiko Stroke dan Serangan Jantung
Gaya hidup mager mempercepat penumpukan lemak di pembuluh darah. Bila arteri menuju otak tersumbat, stroke dapat terjadi. Sedangkan jika penyumbatan berada di arteri jantung, serangan jantung menjadi ancaman nyata.
4. Risiko Osteoporosis
Tubuh manusia sejatinya dirancang untuk aktif. Minim gerakan membuat massa otot dan kepadatan tulang menurun. Lama-kelamaan, kondisi ini meningkatkan risiko osteoporosis, yakni tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Kesimpulannya, malas gerak tidak hanya soal kenyamanan, tetapi bisa menjadi pemicu sejumlah penyakit berbahaya. Mulailah menyisipkan aktivitas harian sederhana seperti berjalan, stretching, atau olahraga ringan. Langkah kecil dan konsisten dapat membantu mengembalikan vitalitas tubuh serta menekan risiko penyakit di masa depan.
Penulis : DI
Editor : IZ

















