INIKEPRI.COM — Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III Tahun 2025 yang digelar Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning sukses menjadi panggung besar kebangkitan seni dan budaya Melayu.
Selama dua hari dua malam, 27–28 Desember 2025, perhelatan ini menyedot ribuan penonton dan menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, pemerintah, hingga generasi muda.
Event budaya tahunan ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Lapangan Tomong Desa Sejangat dan Halaman Anggar SMAN 1 Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Sejak hari pertama hingga penutupan, suasana penuh semangat dan kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu terasa kental.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, bersama Sekretaris Datuk Supriandy, S.Pd, Bendahara Datuk Wawan Irnawan, SE, serta Datuk Timbalan Andhika, penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung solid dan terorganisasi. Dukungan juga datang dari Dewan Penasehat yang terdiri atas Datuk Zalfandri Zainal alias Mat Rock, Datuk Ridho Fatwandi, Datuk Jefri Al Malay, dan Datuk Ibenk Arrekan.
Sementara itu, jajaran Dewan Pembina turut diperkuat oleh tokoh-tokoh besar daerah, di antaranya Puan Iyeth Bustami Anggota DPR RI Dapil Riau, Febriza Luwu Anggota DPRD Bengkalis, serta H. Muhammad Rafee yang juga anggota DPRD Bengkalis.
Rangkaian Kegiatan Sarat Nilai Budaya
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 27 Desember 2025, dengan lomba layang yang berlangsung sejak pagi hingga sore di Lapangan Tomong Desa Sejangat. Malam harinya, perhatian masyarakat beralih ke panggung utama di Halaman Anggar SMAN 1 Bukit Batu.
Agenda berlanjut pada Sabtu, 28 Desember 2025, dengan Festival Zapin Tradisional, Festival Langgam Melayu, hingga malam penutupan dan pembagian hadiah. Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai, menjadikan event ini sebagai ajang temu seni lintas wilayah.
Opening Ceremony Spektakuler
Malam pembukaan menjadi salah satu puncak kemeriahan. Panggung megah dengan tata cahaya berkilauan menghadirkan atmosfer pertunjukan seni setara event tingkat nasional. Atraksi seni budaya Melayu, pemukulan gendang tetawak massal, serta penampilan Woy Band dengan lagu-lagu nostalgia Malaysia era 80–90-an membuat ribuan penonton bertahan hingga acara berakhir.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Rumah Budaya Kacip Tembaga, Febriza Luwu, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP, M.Si, Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani, Kepala Desa Sejangat Rahmad Iwandi beserta Ketua TP PKK Nova Fitria, SE, Kepala SMAN 1 Bukit Batu Lukman Hakim, M.Pd, Wakil Ketua I BAZNAS Bengkalis Ustadz Risman Hambali, ME, serta unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ribuan penonton.
Tekad Menjadi Ikon Budaya Daerah
Dalam sambutannya, Datuk Erwin Syah Putra menegaskan tekad Rumah Budaya Kacip Tembaga untuk menjadikan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana sebagai ikon budaya kebanggaan daerah.
“Kami berazam menjadikan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana ini sebagai ikon budaya daerah. Selama tiga tahun berturut-turut kegiatan ini kami laksanakan secara konsisten, meski dengan swadaya serta dukungan donatur dan sponsor,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan kegiatan ini mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Disparbudpora pada APBD 2026, dengan dukungan DPRD Bengkalis.
Harapan tersebut disambut positif oleh Febriza Luwu. Menurutnya, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana memiliki nilai strategis dalam merawat dan mewariskan seni budaya Melayu kepada generasi muda.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Jika regulasi dan nomenklatur memungkinkan, Insya Allah akan kami perjuangkan agar bisa dianggarkan dalam APBD Bengkalis Tahun 2026,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Apresiasi Lintas Sektor
Camat Bukit Batu Acil Esyno menilai kegiatan ini sudah setara dengan event tingkat provinsi.
“Kami mengapresiasi Rumah Budaya Kacip Tembaga yang mampu menggelar acara sebesar ini dengan peserta dari berbagai daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendukung penuh keberlanjutannya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Bengkalis Risman Hambali menyampaikan dukungan moril dan materil, seraya menyoroti peran Rumah Budaya Kacip Tembaga yang juga menggalang donasi bagi korban bencana Sumatera melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Penutupan Penuh Kebanggaan
Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III diikuti oleh 80 peserta lomba layang, 40 peserta festival layang Kuwaw, serta 15 grup Zapin Tradisional. Pada malam penutupan, Anggota DPRD Bengkalis Asep Setiawan, A.Md, menyampaikan apresiasi tinggi.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ikhtiar nyata menjaga marwah seni dan budaya Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Suksesnya penyelenggaraan tahun ketiga ini kian mengukuhkan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana sebagai ruang ekspresi seni, perekat kebudayaan, serta simbol kebangkitan martabat Melayu di Negeri Laksamana.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















