Perut Tiba-Tiba Buncit? Bisa Jadi Ini Biang Keladinya

- Admin

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM — Banyak orang dibuat heran ketika mendapati perut mereka tampak membesar dalam waktu relatif singkat. Padahal, pola makan dirasa masih sama dan tidak ada perubahan ekstrem dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi yang kerap disebut perut buncit atau obesitas abdominal ini ternyata bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan sinyal tubuh bahwa ada pola hidup yang perlu dibenahi.

Penumpukan lemak di area perut sering kali terjadi tanpa disadari. Lemak ini tidak hanya berada di bawah kulit, tetapi juga menyelimuti organ-organ vital di dalam perut, yang dikenal sebagai lemak viseral. Jenis lemak inilah yang berbahaya karena berkaitan erat dengan berbagai penyakit metabolik.

Berikut sejumlah faktor utama yang membuat perut mudah buncit, berdasarkan kajian kesehatan dan pola hidup modern.

Konsumsi gula berlebih, terutama fruktosa

Asupan gula tambahan menjadi penyumbang terbesar lemak perut. Minuman manis, soda, teh kemasan, hingga kopi dengan tambahan sirup mengandung fruktosa tinggi. Tidak seperti glukosa yang bisa digunakan langsung oleh sel tubuh, fruktosa diproses di hati. Saat jumlahnya berlebihan, hati akan mengubah fruktosa menjadi lemak dan menyimpannya, terutama di area perut.

Baca Juga :  Cara Mudah Atasi Bau Kaki karena Keringat

Kurang tidur mengacaukan hormon

Tidur yang kurang dari tujuh jam per malam terbukti mengganggu keseimbangan hormon. Produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar meningkat, sementara hormon leptin yang memberi sinyal kenyang justru menurun. Akibatnya, keinginan makan—terutama di malam hari—menjadi lebih besar, dan tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak.

Stres kronis dan peran kortisol

Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, hingga beban emosional yang berkepanjangan memicu peningkatan hormon kortisol. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan energi sebagai cadangan, dan area perut menjadi lokasi favorit penimbunan lemak. Semakin lama stres berlangsung, semakin besar pula risiko perut membuncit.

Baca Juga :  Lawan Varian Delta, Rakyat Indonesia Diminta Pakai Masker Ganda

Kurang bergerak dalam keseharian

Gaya hidup sedenter, seperti duduk terlalu lama di depan layar tanpa aktivitas fisik, membuat metabolisme melambat. Tanpa kontraksi otot yang cukup, pembakaran kalori menjadi tidak optimal. Kalori yang tidak terpakai akhirnya disimpan dalam bentuk lemak, terutama di bagian perut.

Karbohidrat olahan yang mudah memicu insulin

Makanan berbahan tepung putih seperti roti, mie instan, dan nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi. Jenis makanan ini cepat dicerna dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Tubuh merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar, yang berfungsi menyimpan energi sebagai lemak jika terjadi berulang kali.

Alkohol, kalori cair yang sering diabaikan

Minuman beralkohol mengandung kalori tinggi namun tidak memberikan rasa kenyang. Konsumsi alkohol secara rutin membuat tubuh kesulitan membakar lemak, karena hati memprioritaskan metabolisme alkohol dibandingkan lemak. Tak heran istilah beer belly muncul sebagai gambaran penumpukan lemak di perut.

Baca Juga :  Jangan Anggap Remeh, Please! ini Besaran Biaya Rawat Corona

Cara sederhana mencegah perut cepat buncit

Untuk mengurangi risiko perut buncit, perubahan kecil namun konsisten dapat memberikan dampak besar. Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah untuk membantu mengontrol nafsu makan. Kombinasikan latihan kardio ringan seperti jalan cepat dengan latihan beban untuk menjaga massa otot dan metabolisme. Selain itu, cukup tidur dan kelola stres menjadi kunci penting yang sering diabaikan.

Perut buncit bukan sekadar soal estetika. Lemak viseral di area perut berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga tekanan darah tinggi. Mengenali penyebabnya sejak dini menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat dan seimbang.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Jangan Remehkan Sinar Matahari Pagi, Ini Manfaatnya bagi Tubuh
Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:20 WIB

Perut Tiba-Tiba Buncit? Bisa Jadi Ini Biang Keladinya

Senin, 19 Januari 2026 - 08:05 WIB

Jangan Remehkan Sinar Matahari Pagi, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kesehatan

Perut Tiba-Tiba Buncit? Bisa Jadi Ini Biang Keladinya

Selasa, 20 Jan 2026 - 07:20 WIB