Kapal LCT Mutiara Garlib Samudra Kandas, Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Batam

- Publisher

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera kandas dan mencemari perairan di Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam. Foto: KSOP

Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera kandas dan mencemari perairan di Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam. Foto: KSOP

INIKEPRI.COM – Pencemaran laut kembali terjadi di wilayah pesisir Kota Batam. Kali ini, tumpahan minyak hitam diduga berasal dari sebuah kapal pengangkut limbah yang mengalami kandas di perairan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, pada Jumat (30/1/2026).

Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran nelayan karena minyak hitam terlihat menyebar di permukaan laut dan berpotensi merusak ekosistem pesisir. Sejumlah pihak mendesak agar aparat berwenang segera turun tangan melakukan penanganan dan penegakan hukum.

Temuan pencemaran ini pertama kali dilaporkan oleh Ketua Pokmaswas Nelayan Pulau Buluh, Mohammad Sapet, yang bersama unsur Relawan Penjaga Laut Nusantara dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

Menurut Sapet, minyak hitam yang tercecer berasal dari muatan kapal LCT Mutiara Garlib Samudra Batam yang terdampar dalam kondisi miring. Limbah tersebut dikemas dalam karung, namun sebagian pecah dan isinya tumpah ke laut.

BACA JUGA:  Kehadiran Cafe Ala Turki Tambah Keragaman Wisata Kuliner di Kota Batam

“Muatan limbah yang dibawa kapal ini bocor dan minyaknya menyebar di perairan sekitar. Kondisi ini jelas membahayakan lingkungan dan aktivitas nelayan,” ujar Sapet.

Ia menjelaskan bahwa upaya awal berupa pemasangan pembatas minyak belum mampu menghentikan penyebaran limbah. Beberapa karung berisi minyak hitam bahkan ditemukan terpisah dari badan kapal dan mengapung di titik-titik perairan lain.

Sapet menilai kejadian ini membutuhkan penanganan lintas instansi secara cepat dan menyeluruh, termasuk pengamanan sisa muatan limbah serta pembersihan laut. Ia juga menegaskan pentingnya pertanggungjawaban dari pihak pemilik kapal.

BACA JUGA:  KSOP dan Bea Cukai Batam Belum Tanggapi Konfirmasi, Operasional Speed Boat Kayu Jadi Sorotan

Sebagai bagian dari dokumentasi, pihak nelayan mengambil contoh limbah minyak hitam untuk keperluan pengujian lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan jenis limbah serta potensi dampaknya terhadap perairan.

“Kalau tidak ditangani segera, ini akan berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan dan kesehatan laut. Kami meminta kejadian seperti ini tidak dianggap sepele,” katanya.

Penjelasan Resmi KSOP Batam

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menyatakan kapal LCT Mutiara Garlib Samudera, berbendera Indonesia dengan bobot GT 208, telah mengalami kandas sejak Kamis (29/1/2026) di sekitar perairan Pulau Dongas.

BACA JUGA:  Polri Fokus ke Hoaks dan Kampanye Hitam, Sepertiga Pasukan Urusi Yang Lain

Kapal milik PT Mutiara Haluan Samudra tersebut diketahui membawa limbah dalam kemasan jumbo bag, yang diangkut dari Perairan Batu Ampar dan direncanakan dibongkar di Dermaga Umum Bintang 99.

KSOP memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk mengantisipasi pencemaran yang lebih luas, KSOP mengerahkan unsur kapal patroli serta berkoordinasi dengan PLP Tanjung Uban guna melakukan pengamanan lokasi dan pemasangan pembatas minyak di sekitar kapal.

Meski demikian, peristiwa ini kembali menyoroti persoalan pencemaran laut yang berulang di wilayah Kepulauan Riau. Nelayan berharap ada pengawasan yang lebih ketat serta tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat pesisir.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat
TP-PKK Batam Salurkan 30 Kursi Roda, Erlita Amsakar Tegaskan Komitmen pada Kelompok Disabilitas
Tingkatkan Keandalan Listrik di Senjulung, PLN Batam Percepat Pembangunan Gardu Baru Dalam Upaya Pengamanan Peningkatan Beban
Ramai Sorotan Anggaran Sopir Rp44,3 Miliar, Pemko Batam: Diprioritaskan untuk Pelayanan Publik
Pengurus KBKK Batam Dikukuhkan, Amsakar Minta Pengurus Jaga Soliditas dan Perkuat Kontribusi bagi Daerah
Saya Orang Pertama yang Bersuara”: Kesaksian Korban Membuka Babak Baru Dugaan Intimidasi di Bukit Indah Piayu
Video Viral Menghilang, Warga Perumahan Bukit Indah Piayu Mengaku Diintimidasi, Ancaman Longsor Membayangi Proyek Mahkota Property Group
Apresiasi Peran BP Batam, Banggar DPR RI Optimis Batam Menjadi Kawasan Investasi Berkelas Dunia

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:13 WIB

TP-PKK Batam Salurkan 30 Kursi Roda, Erlita Amsakar Tegaskan Komitmen pada Kelompok Disabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik di Senjulung, PLN Batam Percepat Pembangunan Gardu Baru Dalam Upaya Pengamanan Peningkatan Beban

Senin, 6 Juli 2026 - 09:51 WIB

Ramai Sorotan Anggaran Sopir Rp44,3 Miliar, Pemko Batam: Diprioritaskan untuk Pelayanan Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 09:21 WIB

Pengurus KBKK Batam Dikukuhkan, Amsakar Minta Pengurus Jaga Soliditas dan Perkuat Kontribusi bagi Daerah

Berita Terbaru