Perdana di Kepri Tahun 2026, RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Anak dan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka

- Publisher

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mencatatkan tonggak penting layanan kesehatan di Kepulauan Riau dengan melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) pada pasien anak dan dewasa secara perdana di Kepri pada tahun 2026, melalui metode tanpa bedah terbuka (non-invasif) dengan pendampingan tim dokter tamu dalam program proctorship.

Sebanyak enam pasien dewasa dengan penyakit jantung bawaan menjalani tindakan intervensi yang dilakukan oleh tim dokter tamu bersama tim medis RSBP Batam. Seluruh pasien telah melalui proses skrining medis yang ketat dan ditangani sesuai standar keselamatan pasien.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Muhammad Yanto menyampaikan bahwa layanan ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan layanan yang telah ada sebelumnya di wilayah Kepulauan Riau.

“Untuk kelainan jantung bawaan pada anak, sebelumnya sudah dilakukan di rumah sakit swasta karena ditangani oleh dokter spesialis anak konsultan jantung. Perbedaannya, di RSBP Batam tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan penyakit jantung bawaan, yang mampu melakukan tindakan intervensi non-invasif penyakit jantung bawaan mulai dari pasien anak hingga dewasa, dan ini merupakan yang pertama di Kepulauan Riau,” jelasnya.

BACA JUGA:  RSBP Batam dan Kemenkes RI Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama dan Dukungan Peralatan RS

Dalam sambutannya, Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, yang merupakan salah satu dokter tamu, menyoroti tingginya beban penanganan penyakit jantung bawaan di pusat rujukan nasional.

“Di Jakarta saja, terdapat sekitar 6.000 bayi yang masih mengantre untuk penanganan penyakit jantung bawaan. Dengan keterbatasan kapasitas layanan, tidak semua pasien dapat tertangani secara optimal, bahkan sebagian meninggal sebelum mendapatkan jadwal tindakan,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran layanan intervensi PJB di daerah melalui fasilitas cathlab seperti di RSBP Batam menjadi alternatif penting agar pasien tidak seluruhnya bergantung pada pusat rujukan nasional.

BACA JUGA:  Tatap Muka Perdana dengan Pelaku Usaha di Kawasan Agribisnis Sei Temiang, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ajak Kolaborasi Majukan Kawasan Industri Agrowisata

Sementara itu, Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Kardiologi, Afdalun Hakim, SpJP, menjelaskan bahwa angka kejadian penyakit jantung bawaan di Indonesia berkisar antara 8 hingga 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup, sementara jumlah dokter dan fasilitas yang mampu menangani PJB masih sangat terbatas.

“Kondisi ini membuat sebagian peran penanganan turut dibantu oleh lembaga dan yayasan sosial, termasuk Yayasan Jantung. Karena itu, penguatan layanan PJB di rumah sakit daerah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Selain tindakan medis, kegiatan ini juga menekankan transfer knowledge kepada dokter dan tenaga kesehatan internal RSBP Batam agar layanan penyakit jantung bawaan dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan di daerah.

Lebih lanjut, peran dan dukungan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, menjadi faktor penting yang memungkinkan kegiatan ini dapat terlaksana, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dukungan tersebut memperkuat komitmen RSBP Batam untuk tetap mengedepankan pelayanan sosial kepada masyarakat, meskipun rumah sakit dikelola dalam kerangka badan usaha.

BACA JUGA:  Ini Tanda Simpati Warga Batam Terhadap Sri Wahyuni

Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen RSBP Batam terhadap nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat)—profesional dalam pelayanan medis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pengembangan layanan, mahir melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta akurat dalam seleksi dan penanganan pasien.

Dengan pelaksanaan tindakan perdana ini, RSBP Batam diharapkan dapat menjadi rujukan regional dalam penanganan penyakit jantung bawaan anak dan dewasa, sekaligus berkontribusi dalam memperluas akses layanan dan menurunkan risiko keterlambatan penanganan di wilayah Kepulauan Riau.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati
BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam
Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan
Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara
Prakiraan Cuaca Batam Selasa, 20 Oktober 2026: 9 Kecamatan Berpotensi Hujan Petir
MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam
Diduga Ancam Pengusaha dengan Pemberitaan Negatif, Yusril Koto Diamankan Polisi
PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:39 WIB

BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:16 WIB

MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam

Berita Terbaru