PKC PMII Kepri Gelar MAPABA di Natuna, Tonggak Sejarah Lahirnya Kader Pergerakan di Perbatasan

- Publisher

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PKC PMII Kepulauan Riau menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) I di Kabupaten Natuna, Senin (16/2/2026). Foto: INIKEPRI.COM

PKC PMII Kepulauan Riau menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) I di Kabupaten Natuna, Senin (16/2/2026). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Semangat kaderisasi mahasiswa Islam kini menjangkau wilayah terdepan Indonesia. PKC PMII Kepulauan Riau menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) I di Natuna, Senin (16/2/2026), sebagai tonggak sejarah lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di kawasan perbatasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas basis gerakan mahasiswa sekaligus menghadirkan ruang pembinaan intelektual dan ideologis bagi generasi muda di daerah terluar. Sebanyak 15 peserta mengikuti MAPABA perdana ini sebagai angkatan awal kader PMII Natuna.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Pergerakan dalam Menyiapkan Kader Mu’taqid yang Berjiwa Nasionalis, Agamis dan Komunikatif,” kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai proses rekrutmen, tetapi juga sebagai pembentukan karakter, nilai, dan kesadaran kebangsaan mahasiswa.

Ketua PKC PMII Kepulauan Riau, Arie Rahmardani Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa MAPABA merupakan gerbang awal perjalanan kader dalam memahami peran strategis mahasiswa.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Siapkan Sekolah Satu Atap untuk Pulau Terluar Natuna, Cegah Desa Kehilangan Penduduk

“Selamat datang di rahim biru kuning, tempat di mana idealisme ditempa dan intelektualitas dipadukan dengan spiritualitas. MAPABA bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang awal sahabat-sahabat untuk berproses, mengenali peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial,” ujarnya.

Menurut Arie, di tengah era disrupsi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok kritis, tetapi harus memiliki fondasi ideologis yang kuat dan karakter yang matang.

“Di tengah era disrupsi, kita butuh kader yang tangguh, kritis, dan berkarakter, bukan hanya pencari eksistensi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kaderisasi berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) menjadi landasan penting agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:  Kasus Anjing Liar Meningkat di Natuna, Bupati Cen Sui Lan Siapkan Langkah Penanganan

Sementara itu, Ketua IKA PMII Kepulauan Riau, Hazhary, menilai pelaksanaan MAPABA di Natuna memiliki makna historis sebagai napak tilas lahirnya PMII di wilayah tersebut.

“Agenda MAPABA ini merupakan napak tilas sejarah lahirnya PMII di Kabupaten Natuna. Mudah-mudahan dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan,” ungkapnya.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran Sudarsono, kader senior PMII, yang mengawal proses sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Ia dikenal sebagai penggerak awal berdirinya PMII di Natuna, sekaligus sosok yang konsisten mendorong tumbuhnya kaderisasi mahasiswa Islam di daerah perbatasan.

MAPABA ini menjadi langkah awal pembentukan struktur organisasi PMII di Natuna, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di wilayah terluar negara. Selain menerima materi keorganisasian dan ideologi, peserta juga didorong membangun solidaritas, tradisi diskusi, serta kesadaran akan tanggung jawab intelektual di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Harlah ke-66, PKC PMII Kepri: Momentum Refleksi dan Penguatan Solidaritas

Panitia berharap kegiatan ini menjadi titik mula lahirnya generasi pergerakan yang tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah perbatasan.

“Kesalahan dalam proses belajar adalah hal yang wajar, namun berhenti belajar adalah kesalahan fatal,” menjadi pesan reflektif yang menutup rangkaian pembukaan kegiatan tersebut.

Dengan terselenggaranya MAPABA perdana ini, PMII menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas hingga ke beranda negeri serta membangun kader yang siap menjaga Indonesia dari pinggiran.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

HMI Natuna Dukung ANRC yang Digagas Raja Mustakim Kawal Hak Daerah, DBH Migas Harus Berbasis Data
Kabar Baik! Bedah Rumah Natuna 2026 Dapat Tambahan Ratusan Unit dari Pusat, Ini Rinciannya
Pantai Piwang Bakal Bergema, KPDN Natuna Siapkan Lomba Karaoke Dangdut, Melayu dan Pop
Natuna Berpeluang Dapat Kapal Besi 30 GT, Cen Sui Lan: Kita Sudah Cukup Syarat
KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati
Kajati Kepri Transiswara Adhi Tiba di Natuna, Disambut Bupati Cen Sui Lan dan Forkopimda
96 Ribu Liter MinyaKita Tiba di Natuna, Cen Sui Lan Pastikan Harga Tak Melambung
BMKG Gelar Sekolah Cuaca, Cen Sui Lan Dorong Nelayan Natuna Aman dan Mampu Bersaing

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:48 WIB

HMI Natuna Dukung ANRC yang Digagas Raja Mustakim Kawal Hak Daerah, DBH Migas Harus Berbasis Data

Minggu, 27 September 2026 - 08:08 WIB

Kabar Baik! Bedah Rumah Natuna 2026 Dapat Tambahan Ratusan Unit dari Pusat, Ini Rinciannya

Sabtu, 26 September 2026 - 11:44 WIB

Pantai Piwang Bakal Bergema, KPDN Natuna Siapkan Lomba Karaoke Dangdut, Melayu dan Pop

Sabtu, 26 September 2026 - 07:16 WIB

Natuna Berpeluang Dapat Kapal Besi 30 GT, Cen Sui Lan: Kita Sudah Cukup Syarat

Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB

KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati

Berita Terbaru