INIKEPRI.COM – Semangat kaderisasi mahasiswa Islam kini menjangkau wilayah terdepan Indonesia. PKC PMII Kepulauan Riau menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) I di Natuna, Senin (16/2/2026), sebagai tonggak sejarah lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di kawasan perbatasan tersebut.
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas basis gerakan mahasiswa sekaligus menghadirkan ruang pembinaan intelektual dan ideologis bagi generasi muda di daerah terluar. Sebanyak 15 peserta mengikuti MAPABA perdana ini sebagai angkatan awal kader PMII Natuna.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Pergerakan dalam Menyiapkan Kader Mu’taqid yang Berjiwa Nasionalis, Agamis dan Komunikatif,” kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai proses rekrutmen, tetapi juga sebagai pembentukan karakter, nilai, dan kesadaran kebangsaan mahasiswa.
Ketua PKC PMII Kepulauan Riau, Arie Rahmardani Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa MAPABA merupakan gerbang awal perjalanan kader dalam memahami peran strategis mahasiswa.
“Selamat datang di rahim biru kuning, tempat di mana idealisme ditempa dan intelektualitas dipadukan dengan spiritualitas. MAPABA bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang awal sahabat-sahabat untuk berproses, mengenali peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial,” ujarnya.
Menurut Arie, di tengah era disrupsi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok kritis, tetapi harus memiliki fondasi ideologis yang kuat dan karakter yang matang.
“Di tengah era disrupsi, kita butuh kader yang tangguh, kritis, dan berkarakter, bukan hanya pencari eksistensi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kaderisasi berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) menjadi landasan penting agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Ketua IKA PMII Kepulauan Riau, Hazhary, menilai pelaksanaan MAPABA di Natuna memiliki makna historis sebagai napak tilas lahirnya PMII di wilayah tersebut.
“Agenda MAPABA ini merupakan napak tilas sejarah lahirnya PMII di Kabupaten Natuna. Mudah-mudahan dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan,” ungkapnya.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran Sudarsono, kader senior PMII, yang mengawal proses sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Ia dikenal sebagai penggerak awal berdirinya PMII di Natuna, sekaligus sosok yang konsisten mendorong tumbuhnya kaderisasi mahasiswa Islam di daerah perbatasan.
MAPABA ini menjadi langkah awal pembentukan struktur organisasi PMII di Natuna, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di wilayah terluar negara. Selain menerima materi keorganisasian dan ideologi, peserta juga didorong membangun solidaritas, tradisi diskusi, serta kesadaran akan tanggung jawab intelektual di tengah masyarakat.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi titik mula lahirnya generasi pergerakan yang tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah perbatasan.
“Kesalahan dalam proses belajar adalah hal yang wajar, namun berhenti belajar adalah kesalahan fatal,” menjadi pesan reflektif yang menutup rangkaian pembukaan kegiatan tersebut.
Dengan terselenggaranya MAPABA perdana ini, PMII menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas hingga ke beranda negeri serta membangun kader yang siap menjaga Indonesia dari pinggiran.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















