INIKEPRI.COM – Memiliki target yang terukur dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an selama bulan suci merupakan langkah spiritual yang penting bagi setiap Muslim.
Penetapan capaian yang jelas membantu seseorang lebih fokus dan disiplin dalam mengatur ritme ibadah di tengah aktivitas harian.
Menurut dakwah yang disampaikan oleh Adi Hidayat, pembagian target menjadi unit kecil adalah kunci utama keberhasilan mengkhatamkan Al-Qur’an.
Metode ini dirancang agar beban bacaan yang terlihat besar dapat diselesaikan dengan lebih ringan dan sistematis.
Logika dasarnya adalah membagi total 30 juz ke dalam durasi 10 hari, sehingga setiap hari ditargetkan membaca 3 juz.
“Kalau Anda ingin 10 hari khatam, berarti 30 juz dibagi 10, satu harinya 3 juz,” jelasnya.
Dibagi ke Lima Waktu Shalat
Agar target harian terasa lebih ringan, bacaan dianjurkan dibagi ke dalam lima waktu shalat fardhu. Dengan demikian, setiap waktu shalat cukup membaca sekitar enam lembar mushaf.
Metode ini bisa dipermudah lagi dengan membagi enam lembar tersebut menjadi:
- 3 lembar sebelum shalat
- 3 lembar setelah shalat
Dengan pola konsisten seperti ini, target tiga juz per hari dapat tercapai tanpa terasa berat.
Kunci Utama: Konsistensi, Bukan Kecepatan
Pendekatan ini menekankan bahwa keberhasilan khatam bukan semata soal kemampuan membaca cepat, tetapi menjaga istiqamah (konsistensi) dalam jadwal tilawah. Jika dilakukan disiplin setiap hari, target mengkhatamkan Al-Qur’an dalam 10 hari menjadi capaian yang realistis dan menenangkan jiwa.
Metode pembagian waktu ini juga membantu menjaga keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, dan aktivitas keluarga selama Ramadhan, sehingga interaksi dengan Al-Qur’an tetap terjaga tanpa terasa membebani.
Penulis : RP
Editor : IZ

















