INIKEPRI.COM – Upaya peningkatan konektivitas dan pelayanan pelayaran di wilayah perbatasan terus dilakukan pemerintah pusat melalui revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, turun langsung meninjau progres pembangunan pelabuhan tersebut di Kecamatan Pulau Tiga, Selasa (5/5/2026). Peninjauan itu turut didampingi oleh jajaran Kejaksaan Negeri Natuna.
Dalam keterangannya kepada awak media, Cen Sui Lan menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini masih berada pada tahap awal.
“Pekerjaan sudah mulai berjalan dengan progres sekitar lima persen. Kita berharap seluruh tahapan bisa berlangsung lancar sesuai rencana,” ujarnya.
Pelabuhan Selat Lampa selama ini berstatus sebagai pelabuhan pengumpul. Namun, Pemerintah Kabupaten Natuna telah mengusulkan peningkatan status menjadi pelabuhan internasional sejak 2025, yang kemudian mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada pertengahan tahun yang sama.
Persetujuan tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan secara bertahap.
Cen Sui Lan menilai revitalisasi ini merupakan momentum penting bagi Natuna, mengingat posisi strategisnya sebagai wilayah perbatasan yang membutuhkan akses logistik dan transportasi yang lebih memadai.
“Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk mendorong Natuna memiliki pelabuhan bertaraf internasional. Tentu kami sangat mengapresiasi, karena setelah puluhan tahun akhirnya ada pembangunan yang signifikan,” katanya.
Ia berharap, keberadaan pelabuhan ini ke depan dapat menjadi pintu ekspor dan impor bagi komoditas unggulan Natuna, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Site Manager proyek rehabilitasi, Inno, menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung pada September 2026 dengan total anggaran sekitar Rp24 miliar.
“Pekerjaan meliputi pembangunan gerbang utama, terminal penumpang, area parkir, kantin, pagar pelabuhan, serta lapangan penumpukan dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Meski proses pembangunan tengah berlangsung, aktivitas pelabuhan tetap berjalan seperti biasa. Pihak pelaksana proyek menerapkan sistem kerja fleksibel guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Ketika ada aktivitas penumpang, pekerjaan kami hentikan sementara. Setelah itu dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa direncanakan berlangsung dalam tiga tahap selama tiga tahun ke depan. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas Natuna sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.
Penulis : RP
Editor : IZ

















