Li Claudia Turun Langsung Cek Drainase dan Jalan, Minta Pekerjaan Tak Ganggu Aktivitas Warga

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau sejumlah titik pembangunan drainase di Sei Beduk. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau sejumlah titik pembangunan drainase di Sei Beduk. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM — Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra meninjau sejumlah lokasi yang berkaitan dengan penanganan banjir dan infrastruktur jalan di Kota Batam, Selasa (25/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan penanganan infrastruktur di lapangan tidak hanya mengejar progres fisik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di kawasan Drainase Jalan S. Parman, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Pekerjaan drainase di kawasan tersebut memiliki panjang sekitar 800 meter. Sementara jika memperhitungkan penanganan pada sisi kiri dan kanan dinding penahan tanah (DPT), panjang pekerjaan mencapai sekitar 1.600 meter.

Hingga saat peninjauan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 63 persen.

Li Claudia meminta pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara cermat, terutama karena terdapat berbagai utilitas yang berada di bawah permukaan tanah. Menurutnya, pekerjaan konstruksi harus didukung data yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan terhadap jaringan utilitas yang sudah ada.

BACA JUGA:  Isdianto: Pengelolaan Labuh Jangkar Kepri Melibatkan BUMD

“Kita harus memastikan kondisi di bawah tanah sebelum pekerjaan dilaksanakan. Jangan sampai penggalian dilakukan tanpa mengetahui jaringan yang ada, termasuk kabel dan utilitas lainnya. Data serta arah alirannya harus jelas dan perlu dikoordinasikan dengan BP Batam,” kata Li Claudia.

Dari Tanjung Piayu, peninjauan dilanjutkan ke Drainase Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Rumah Sakit Graha Hermain, Batuaji.

Di lokasi tersebut, Li Claudia melihat kebutuhan penataan saluran, termasuk rencana pelebaran drainase dan jembatan. Ia meminta desain pekerjaan disesuaikan dengan ruang milik jalan (row) yang tersedia sehingga penanganannya tetap memperhatikan kondisi kawasan sekitar.

Ia juga menekankan pentingnya melihat sistem drainase sebagai satu kesatuan. Penanganan tidak cukup dilakukan pada satu titik tanpa memperhitungkan hubungan aliran dari bagian hulu hingga menuju hilir.

BACA JUGA:  Keluarga Besar Patambor Kota Batam Salurkan 300 Paket Sembako & Mengedukasi Tentang Bahaya Covid-19

Untuk lokasi yang membutuhkan perbaikan kapasitas aliran, ia meminta normalisasi dilakukan dengan dukungan alat berat.

“Pekerjaan harus tetap berjalan, tetapi jangan sampai pelaksanaannya menghambat lalu lintas maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Peninjauan berikutnya dilakukan di kawasan spillway Jalan Letjend Suprapto, Muka Kuning, yang berada di belakang Rusun Pemko. Titik tersebut turut menjadi perhatian dalam penataan sistem drainase dan pengendalian aliran air di kawasan Batam.

Selain persoalan drainase dan banjir, Li Claudia juga mengecek kebutuhan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

Ia meminta rencana pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Laksamana Bintan, mulai dari Simpang Pollux hingga Simpang Telkom, Kecamatan Batam Kota, segera mendapat perhatian dan dipercepat.

BACA JUGA:  Praktisi Hukum Berikan Pandangan Soal Penetapan Bos PT JPK Sebagai DPO

Penerangan di ruas tersebut dinilai penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi pengguna jalan pada malam hari.

Li Claudia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan koordinasi antarpihak. Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah pekerjaan bukan semata-mata terletak pada selesainya konstruksi, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat setelah pekerjaan tersebut selesai.

“Yang kita bangun harus jelas manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan perlu dipikirkan secara matang, dikoordinasikan dengan pihak terkait, dan dilihat pula dampaknya. Kita ingin Batam terus menjadi lebih baik,” katanya.

Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kelancaran aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
Buka TMMD ke-130, Amsakar: Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Masyarakat
BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air
Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam
Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober
BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat
Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026
PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:52 WIB

BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru