INIKEPRI.COM – Realisasi investasi Kota Batam mencapai Rp59,73 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut mendekati target tahunan sebesar Rp70 triliun sekaligus menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen.
Di tengah capaian tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan Anugerah Investasi 2026 kepada 16 perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah melalui berbagai sektor, mulai dari industri, ekspor, energi, maritim, hingga pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan itu diserahkan dalam acara bertema “The Rise of Bandar Dunia Madani: Merawat Kepercayaan, Merayakan Transformasi” di Batam, Jumat (30/10/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-55 BP Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada pelaku usaha yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat investasi di Batam.
Menurut Amsakar, Batam memiliki keterbatasan sumber daya alam. Namun, posisi geografis dan keunggulan geostrategis menjadi modal penting untuk menarik investasi dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Tidak ada pilihan lain, Batam harus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dan berkontribusi besar terhadap investasi bagi bangsa dan negara,” kata Amsakar
Investasi Sudah 85,33 Persen dari Target
Realisasi investasi Batam hingga kuartal III 2026 mencapai Rp59,73 triliun atau sekitar 85,33 persen dari target tahunan Rp70 triliun.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp10,27 triliun yang perlu dikejar pada kuartal IV agar target investasi tahun ini dapat terpenuhi.
Amsakar optimistis target tersebut bisa dicapai. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan investor.
Selain pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan iklim usaha, kondisi daerah yang kondusif juga menjadi unsur penting dalam menjaga daya tarik Batam sebagai tujuan investasi.
Pertumbuhan ekonomi Batam pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 7,28 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.
Capaian itu memperlihatkan perkembangan ekonomi Batam yang ditopang aktivitas investasi dan berbagai kegiatan usaha.
Investasi Serap 40.943 Tenaga Kerja
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Djemy Francis, menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk. Investasi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan pemerataan manfaat ekonomi.
Berdasarkan data BP Batam, kegiatan investasi di Batam menyerap 40.943 tenaga kerja pada semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 30.979 orang.
Dari total tenaga kerja yang terserap, sebanyak 40.423 orang merupakan tenaga kerja Indonesia, sedangkan 520 orang lainnya merupakan tenaga kerja asing.
“Investasi yang baik adalah investasi yang bertumbuh bersama masyarakat. Investasi tumbuh, ekonomi bergerak, lapangan kerja bertambah, dan manfaat pembangunan semakin luas dirasakan warga,” ujar Djemy.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam.
Daftar 16 Perusahaan Penerima Anugerah Investasi 2026
BP Batam memberikan penghargaan kepada 16 perusahaan dan pelaku usaha dalam sejumlah kategori. Berikut daftar penerimanya:
1. Ekspor Tertinggi: PT Ecogreen Oleochemicals.
2. PMDN dengan Realisasi Investasi Terbesar: PT Tanjung Sauh Power.
3. PMA dengan Realisasi Investasi Terbesar: PT Digitalland Services Two.
4. Investor dalam Pemanfaatan Teknologi: PT Infineon Technologies Batam.
5. Perusahaan Sektor Maritim Terbaik: PT Marcopolo Shipyard.
6. Investasi Energi Berkelanjutan: PT Schneider Electric Manufacturing Batam.
7. Pengelolaan Limbah Industri Berkelanjutan: PT Desa Air Cargo.
8. Investor Strategis dalam Pengembangan Infrastruktur Digital: PT Equator Gate System Batam.
9. Investasi Properti Terbesar: PT Tritunas Bangun Perkasa.
10. Investasi Pariwisata Unggulan: PT Raflesia Nusantara.
11. Inovasi Ekonomi Kreatif: PT Furniplus Asia.
12. UMKM Tumbuh Kelas Kecil: Alindo Perkasa Sukses.
13. UMKM Tumbuh Kelas Menengah: Ocean Marine Shipping.
14. Investor Ketahanan Hijau: PT Epson Batam.
15. Perusahaan Pemberdaya Disabilitas: PT TDK Electronics.
16. Investor Reinvestasi Terbaik: PT Sat Nusapersada Tbk.
Penghargaan tersebut mencakup berbagai bidang yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Batam, termasuk manufaktur, energi, industri maritim, teknologi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan sisa target investasi sekitar Rp10,27 triliun pada kuartal terakhir 2026, BP Batam masih menghadapi pekerjaan untuk memastikan capaian tahunan sesuai sasaran.
Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus memperkuat kolaborasi agar investasi tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja serta manfaat pembangunan bagi masyarakat Batam.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















