Jurus IDI Lindungi Para Dokter

- Publisher

Selasa, 22 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tenaga kesehatan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) ketika bersiap untuk melakukan tes usap di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). Satgas COVID-19 menilai perlunya pembatasan jam kerja dokter serta tenaga kesehatan COVID-19 untuk menghindari kelelahan yang mengakibatkan rentan tertular virus tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz

Sejumlah tenaga kesehatan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) ketika bersiap untuk melakukan tes usap di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). Satgas COVID-19 menilai perlunya pembatasan jam kerja dokter serta tenaga kesehatan COVID-19 untuk menghindari kelelahan yang mengakibatkan rentan tertular virus tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz

Jakarta, inikepri.com – Permintaan itu datang dari Ahmad Syafii Maarif. Minggu (13/9/2020) itu Buya Syafii –demikian Syafii Maarif biasa disapa–berkirim surat ke Presiden Joko Widodo. Nadanya perih. 

Dalam suratnya, Syafii mengungkap kepedihannya setiap hari membaca berita tentang kematian para tenaga medis karena terpapar Covid-19.

“Yang Mulia, Presiden Republik Indonesia. Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula,” tulis Buya Maarif.

Buya Syafii khawatir, jika masalah ini tak segera diantisipai, “bangsa ini akan oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan.”

Karenanya, Buya meminta agar Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan untuk menolong nyawa para dokter dan tenaga medis lainnya itu.

BACA JUGA:  WNI Boleh Masuk ke Singapura Lewat Batam Center, Ini Ketentuannya

Entah merespons surat Buya itu atau tidak, pada rapat kabinet terbatas soal ‘Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’, Senin (14/9/2020), Presiden Jokowi mengeluarkan tiga perintah kepada Menteri Kesehatan Terawan. Salah satunya soal tenaga medis.

Kepada Terawan, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan audit dan koreksi protokol kesehatan bagi pasien dan tenaga medis. Audit dan koreksi protokol diperlukan agar rumah sakit tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Data Pengurus Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut hingga 13 September 2020 ada 115 dokter meninggal karena Covid-19. Dari jumlah itu, 60 di antara mereka merupakan dokter umum, 53 dokter spesialis, dan dua dokter residen.

Berdasarkan catatan IDI, risiko yang menyebabkan kasus kematian dokter selalu berulang. IDI menduga penyebabnya antara lain minimnya APD, kurangnya skrining pasien di fasilitas kesehatan, kelelahan para tenaga medis karena jumlah pasien COVID-19 yang terus bertambah, jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis.

BACA JUGA:  34.090 Paket Sembako dari Pemprov Kepri Mulai Disalurkan di Tanjungpinang

Untuk menekan jumlah kasus penularan Covid-19 dan kematian dokter ini, IDI membuat pedoman standar perlindungan dokter. Dalam pedoman itu, diatur mulai dari ketersediaan dan penggunaan APD dari tingkat fasilitas kesehatan pertama hingga lanjut, dari risiko rendah hingga sangat tinggi.

Lalu, pembagian zonasi fasilitas kesehatan, skrining pasien, pemeriksaan tes covid-19 secara berkala bagi dokter, hingga jam kerja dokter yang tak boleh melewati 6-8 jam per hari.

Sebab, dengan meningkatnya pasien Covid-19, membuat tenaga kesehatan kewalahan, termasuk para dokter.

“Menambah RS rujukan, merekrut relawan dokter, dan mengurangi jam kerja dokter selama masa pandemi adalah langkah yang harus ditempuh untuk menjaga imunitas dan stamina dokter agar tetap sehat dan bugar dalam bekerja,” kata juru bicara IDI, Halik Malik.

Perlindungan terhadap tenaga medis memang sangat diperlukan. Ia adalah garda depan dalam penanganan masalah Covid-19 ini. Karena berada di garda terdepan, tenaga medis sangat rentan terpapar. 

BACA JUGA:  KPK Tetapkan Rafael Alun sebagai Tersangka Tindak Pidana Korupsi

Banyaknya tenaga medis yang menjadi korban ini sempat menjadi perhatian Amnesty International. Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan Amnesty International pada Senin (13/7/2020), mengungkap Rusia merupakan negara yang tenaga medisnya paling banyak menjadi korban. Di negara ini tercatat ada 545 tenaga medis yang meninggal.

Urutan kedua adalah Inggris yang tercatat sebanyak 540 orang, termasuk 262 pekerja layanan sosial. Sementara di Amerika Serikat (AS) ada 507 tenaga kesehatan yang meninggal.

Dalam survei yang dilakukan terhadap 63 negara, menurut Amnesty, umumnya di negara-negara itu tenaga medis kekurangan alat pelindung diri (APD). (Sejumlah tenaga kesehatan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) ketika bersiap untuk melakukan tes usap di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). 

Berita Terkait

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:58 WIB

Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:36 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:09 WIB

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Berita Terbaru

Cristiano Ronaldo dalam konferensi pers jelang laga Portugal VS Spanyol. Foto: Istimewa

Olahraga

Ronaldo Umumkan Pensiun dari Piala Dunia Usai Edisi 2026

Senin, 6 Jul 2026 - 06:33 WIB