BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

- Publisher

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Nanik S Deyang. Foto: BGN

Kepala BGN Nanik S Deyang. Foto: BGN

INIKEPRI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Upaya tersebut meliputi penataan sasaran penerima manfaat, penguatan tata kelola, optimalisasi fasilitas yang telah tersedia, hingga peningkatan standar pelayanan gizi.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, pembenahan dilakukan agar program prioritas pemerintah tersebut dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Nanik menegaskan bahwa fokus utama BGN saat ini adalah memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.

“Program Makan Bergizi Gratis harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan kualitas layanan yang baik. Karena itu, kami melakukan berbagai penataan agar pelaksanaannya semakin efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Habib Rizieq Tak Boleh Pulang, FPI Ngamuk Sampai Bawa Hari Kiamat

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BGN memutuskan melakukan moratorium sementara pembangunan dapur baru. Langkah ini diambil agar pemerintah dapat memaksimalkan kapasitas dapur yang telah beroperasi sekaligus memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu, BGN juga memperkuat pembinaan dan standarisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Standarisasi ini mencakup aspek keamanan pangan, kualitas layanan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan program.

Menurut Nanik, evaluasi yang dilakukan menunjukkan masih adanya ketimpangan layanan di sejumlah wilayah. Sebagian besar fasilitas pendukung program saat ini masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan daerah aglomerasi, sementara wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan gizi.

BACA JUGA:  Menkominfo Rilis Instruksi Pemberantasan Judi Slot

Untuk menjawab tantangan tersebut, BGN tengah menyiapkan berbagai skema implementasi yang lebih adaptif bagi daerah 3T dengan memanfaatkan sarana yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, maupun fasilitas komunitas lainnya.

“Kami ingin pemerataan manfaat program benar-benar dirasakan oleh seluruh anak Indonesia. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah agar pelaksanaan program tetap efektif,” katanya.

Dalam rangka memperluas jangkauan layanan, BGN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga yayasan dan komunitas masyarakat.

BACA JUGA:  Gerhana Bulan Penumbra Bisa Diamati di Wilayah Indonesia

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan bahwa penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, serta pengembangan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

Selain memperkuat pengelolaan program, BGN juga akan meningkatkan perhatian terhadap kelompok prioritas yang dikenal sebagai kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut dinilai memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui berbagai langkah penataan tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih merata, berkualitas, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar
Mau Hibahkan Tanah ke Anak? ATR/BPN Ungkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanpa Ribet

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:44 WIB

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Berita Terbaru