781 Orang Pekerja Migran Jalani Karantina di Batam

- Admin

Selasa, 4 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 (photo/ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/ilustrasi)

(photo/ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/ilustrasi)

INIKEPRI.COM – Setidaknya, ada 781 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Singapura dan Malaysia sedang menjalani karantina di Kota Batam, sebagai syarat sebelum kembali ke daerah masing-masing.

“Data terakhir, ada 781 PMI yang masih menjalani karantina,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Senin (3/5/2021) dikutip dari ANTARA.

Para pahlawan devisa itu menjalani karantina di tiga rusun, yaitu Rusun BP Batam, Rusun Pemkot Batam dan Rusun Putra Jaya.

Baca Juga :  Eks TKI Asal Malaysia Sumbang 30 persen Kasus Aktif COVID-19 di Kepri

Sesuai aturan, maka PMI yang baru tiba dari luar negeri harus menjalani karantina selama lima hari, dan menjalani dua kali tes usap COVID-19, pada hari pertama kedatangannya dan hari kelima. Apabila hasil kedua uji negatif, bari mereka bisa melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  DPRD Kepri Minta Pintu Pemulangan PMI Lewat Tanjungpinang Ditinjau Ulang

Selain PMI yang menjalani karantina, sekitar 60 orang PMI dinyatakan positif COVID-19 dan mendapatkan perawatan di RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.

“Itu berdasarkan skrining pertama. Yang lain masih menunggu skrining hari kelima,” kata dia.

Tes usap pertama dijalani PMI saat tiba di pelabuhan, yang dilakukan oleh KKP, dan diperiksa oleh BTKLPP.

Baca Juga :  KNPI Kepri Kecam Kapal Penjaga Pantai China Wara-wiri di Laut Natuna

Kemudian tes kedua dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan pemeriksaan oleh RSKI.

Mengenai biaya makan PMI selama berada di Batam, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan, untuk sementara ditanggung Pemkot Batam.

Sementara itu, jumlah PMI yang pulang ke Tanah Air melalui Batam terus bertambah. Setiap harinya, terdapat dua kapal dari Malaysia yang berlayar ke Batam. (ER)

 

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB