INIKEPRI.COM – Belum lama ini pada Sabtu (15/5/2021), orang-orang yang tinggal di dekat tepi Sungai Gangga di Ghazipur, Uttar Pradesh sekali lagi menyaksikan pemandangan mengerikan dari mayat-mayat yang terbawa arus sungai.
Dilansir dari INDIA TIMES, Sabtu (15/5/2021), dilaporkan bahwa lebih banyak mayat terdampar di pantai. Warga Ghazipur, yang merasa malu atas insiden itu, telah menyatakan keprihatinan atas penyebaran penyakit dan bau busuk yang berasal dari tubuh yang membengkak.
“Pemandangan itu mengerikan, mayat-mayat melayang dari segala arah dan terjebak di ghats. Orang-orang menjadi sangat ketakutan dan baunya semakin parah,” kata Akhand, seorang warga setempat.
“Setelah melihat kondisi jenazah, sepertinya sudah terapung-apung sebentar, mungkin empat sampai lima hari. Kemungkinan mereka berasal dari pihak Chandoauli,” imbuhnya.
Sementara itu, di Ballia, perbatasan antara Sungai Gangga dan Sungai Ghaghara dua mayat lagi yang diduga pasien Covid-19 ditemukan dari tepi sungai setelah video beberapa anjing liar menyeret dan ‘mengunyah’ mayat menjadi viral di media sosial.
https://twitter.com/scribe_prashant/status/1392732882678915072?s=19
Pejabat senior polisi Fefna Sanjay Tripathi mengatakan dia mendapat informasi tentang mayat pada Kamis sore, setelah tim Sub Hakim Bagian (SDM) Rajesh Yadav mencapai desa Sagarpali dan mengkremasi mayatnya.
“Tampaknya mayat-mayat itu ditinggalkan di sungai oleh anggota keluarga setelah menyelesaikan ritual,” katanya.
Yesterday we brought you the pile up of bodies on the Ganga in Unnao, today I am on the ground in the ravines of a village at the edge of Kanpur where there are at least 150 bodies in the sand, villagers say they’ve come in over ten days. At ground zero @themojostory pic.twitter.com/9sWpA875h7
— barkha dutt (@BDUTT) May 14, 2021
(RWH/INDOZONE)

















