Dinkes Tanjungpinang Pastikan Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan

- Publisher

Kamis, 20 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih mengungkapkan masyarakat tidak perlu ragu dengan program vaksinasi COVID-19 pemerintah, termasuk penggunaan vaksin AstraZeneca.

Sampai saat ini, dari sekian bukti ilmiah yang dilakukan oleh tim kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) bahwa fatality yang disebabkan vaksinasi itu belum ketemu.

Namun, ternyata meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi karena ada hal-hal lain seperti jantungnya pernah dipasang ring dan sebagainya, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.

BACA JUGA:  Pj. Wali Kota Andri Rizal Sambut Wisman Pertama di Awal Tahun 2025

“Masyarakat diimbau jangan ragu dan terbawa berita hoaks terkait program vaksinasi. Vaksin AstraZeneca aman digunakan. Bahkan, untuk ke hati-hatian vaksin dengan nomor batch yang sama kemudian diambil sampel selama ini hasilnya aman,” tegas dr. Nugraheni, Rabu (19/5/2021).

Dia mengatakan, di Tanjungpinang vaksin tersebut saat ini masih digunakan. Dari jumlah sasaran yang sudah menerima vaksin astrazeneca hingga sekarang belum ada yang terpapar COVID-19.

BACA JUGA:  Perlindungan Vaksin AstraZeneca Cuma Bertahan 6 Bulan

“Justru yang terpapar sasaran yang menerima vaksin sinovac, setelah ditelusuri mereka baru beberapa hari menerima suntikan, sehingga imunitas belum terbentuk,” jelas dia

Secara ilmu kedokteran, kata Nugraheni orang yang terpapar setelah divaksinasi berarti imunitas tubuhnya belum optimal. Masyarakat harus mengetahui bahwa vaksinasi itu sangat penting sebab dari capaian provinsi lain di Indonesia yang sudah 100 persen divaksinasi angka penularan COVID-19 sudah cenderung turun. 

“Seperti Bali, total masyarakat tervaksinasi sudah 100 persen, jadinya mereka lebih aman, DKI Jakarta 75 persen, Kepri sekitar 40 persen, itu termasuk angka tinggi dibanding 33 provinsi lainnya,” kata dia.

BACA JUGA:  Dinkes Tanjungpinang Beri Orientasi Kepada 243 TPK Beresiko Stunting

Vaksinasi di Kepri, khususnya Tanjungpinang memang harus dimaksimalkan, karena daerah ini termasuk wilayah perlintasan Singapura dan Malaysia, selain itu pekerja migran juga masuk melalui Tanjungpinang sehingga berbahaya jika tidak menyukseskan program itu. 

“Kami optimis dari 35 ribu sasaran yang sudah tervaksinasi, Alhamdulillah efektif,” tutup dia. (ET)

Berita Terkait

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan
Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa
Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang
Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:09 WIB

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan

Senin, 2 November 2026 - 08:44 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang

Berita Terbaru