Dinkes Tanjungpinang Optimalkan Karantina Terpadu Untuk Cegah Penularan di Tingkat Keluarga

- Admin

Selasa, 14 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Tanjungpinang optimalkan tempat karantina terpadu untuk perawatan pasien terpapar agar pengawasan dan perawatan lebih intens.

Dari data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Tanjungpinang, Senin (13/9/2021), tercatat jumlah kasus aktif sebanyak 153 orang, pasien yang mejalani perawatan di rumah sakit 25 orang, isolasi mandiri (Isoman) 95 orang dan mes bhayangkara 4 orang.

Sedangkan, pasien yang menjalani perawatan isolasi terpadu di villa lohas sebanyak 29 orang. Jika dibandingakan pada Selasa (7/9) kemarin, pasien yang menjalani perawatan di isoter lebih sedikit hanya 10 orang.

Baca Juga :  Tiga Kabupaten di Kepri Nol Kasus COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan isolasi pasien terpapar COVID-19 di tempat karantina terpadu yang sudah disiapkan pemerintah di villa lohas yang berlokasi di Toapaya, Bintan.

“Kita optimalkan karantina terpadu supaya mencegah penularan di tingkat keluarga dan masyarakat,” kata Elfiani, Senin (13/9/2021).

Ia menyebut, saat ini pada umumnya penularan lebih banyak terjadi pada tingkat keluarga. Hal ini, karena jika salah satu anggota keluarga yang ada di dalam satu rumah itu OTG, maka berpotensi menularkan anggota keluarga lainya.

Baca Juga :  Menjadi Irup HUT Kepri ke-19, Ansar Sampaikan Capaian Pembangunan

“Dia tidak ada gejala, terus dia ke mana-mana dan menularkan banyak orang, termasuk anggota keluarganya.Sehingga memang harus dijaga agar kasus tidak bertambah banyak,” ucap Elfiani.

Di tempat berbeda, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Sri Handono Suparmadi menjelaskan, saat ini setiap ada penambahan kasus baru juga disarankan untuk diisolasi di villa lohas agar pasien lebih terpantau.

Baca Juga :  Silang Pendapat Dukungan ProJo, Tan Edi: Tidak Benar Dukungan Kami Hoaks!

“Ini memang untuk memutus penularan di tingkat keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah pasien isoman itu dikarenakan tingkat kesembuhan lebih cukup tinggi dan setiap ada pasien baru selalu dibawa ke villa lohas.

Handono berharap, kasus aktif di Tanjungpinang bisa terus berkurang tentu harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat oleh masyarakat pada setiap aktifitas.

“Alhamdulillah, sekarang kasus aktif tersisa 153 orang, mudah-mudahan angka ini terus menurun setiap harinya,” tuturnya. (ET)

Berita Terkait

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIB

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru