Pencarian Pria Tenggelam di Bintan Dihentikan

- Publisher

Kamis, 16 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – Pencarian terhadap seorang pria korban tenggelam di perairan Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau yang bernama Arfa Sona (24), dihentikan oleh Tim SAR gabungan setelah tujuh hari melakukan pencarian dengan hasil nihil.

“Sesuai aturan SAR, jika sampai hari ketujuh korban belum ditemukan. Maka operasi dihentikan,” kata Plh Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Miswadi, dilansir dari ANTARA, Rabu 15 September 2021.

Miswadi menyampaikan penghentian operasi kondisi membahayakan manusia ini sudah dikoordinasikan bersama Tim SAR gabungan, warga setempat dan pihak keluarga korban.

BACA JUGA:  33 OPD Pemko Tanjungpinang Terima DPA Perubahan 2020

Khusus keluarga korban, katanya, sudah menyatakan menerima operasi pencarian terhadap korban asal Natuna itu tidak dapat dilanjutkan sesuai protap Kantor SAR Tanjungpinang.

“Semua sepakat operasi ini selesai dan diusulkan untuk ditutup,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca buruk menjadi salah satu kendala selama proses pencarian, sehingga beberapa kali upaya pencarian korban tidak bisa dilaksanakan.

BACA JUGA:  Tiba di Kepri, Jokowi Pantau Vaksinasi Massal

Personel SAR gabungan juga melakukan penyelaman ke dasar laut di lokasi kejadian kecelakaan berdasarkan permintaan keluarga korban.

“Penyelaman dilakukan hari kedua dan ketiga. Hasilnya tetap nihil,” ungkap Miswadi.

Korban Arfa Sona (21) dilaporkan hilang setelah terjatuh lalu tenggelam di perairan Pantai Trikora, Kamis (8/9), sekitar pukul 19.00 WIB.

Kronologis kejadian berawal saat korban bersama seorang temannya Dicky Rahmawan (24) yang juga seorang nelayan sedang melaksanakan aktifitas di kelong ikan.

BACA JUGA:  Didampingi Gubernur Ansar, Cak Imin Apresiasi Revitalisasi Pulau Penyengat

Korban kemudian melemparkan jangkar kelong ke laut. Malang kaki korban tersangkut tali hingga membuat ia ikut terseret ke dalam laut lalu hilang.

Kelong ikan merupakan alat tangkap ikan berupa bangunan dari kayu yang dipasang jaring di bagian tengahnya. Bangunan ini ditopang oleh beberapa drum plastik agar dapat mengapung di atas permukaan laut. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang
22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026
Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:50 WIB

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:39 WIB

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Berita Terbaru