Kepri Diklaim Masuk Malaysia, Nyat Kadir: Mahatir Mohamad Keliru!

- Publisher

Selasa, 21 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs. H. Nyat Kadir. Foto: Istimewa

Drs. H. Nyat Kadir. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahatir Mohamad yang menyebut Malaysia seharusnya mengklaim Kepri masuk ke wilayahnya, ditanggapi oleh anggota DPR RI Dapil Kepri, Drs H Nyat Kadir.

Nyat Kadir menilai pernyataan itu sangat keliru dan tidak tidak ada dasar sama sekali.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam itu malah meminta sebaiknya Tun membaca kembali seluruh sejarah jatuh bangunnya Imperium Melayu Riau Lingga Johor Pahang yang berumur lebih kurang 700 tahun tersebut.

“Dulu Imperium Melayu Riau Lingga Johor Pahang, negara bagian Malaysia tersebut masuk dalam wilayah Imperium Melayu. Pusat pemerintahannya berada di Pulau Bintan, Kepri sekarang,” kata Nyat Kadir.

BACA JUGA:  Serahkan SK Untuk 105 PPPK, Rudi Ajak Bangun Batam Sepenuh Hati

Namun, mantan Walikota Batam itu mengatakan pada tahun 1798, ibu kota pusat pemerintahnya pindah ke Lingga dan traktat London tahun 1824, memisahkan Imperium Melayu tersebut.

“Dalam traktat itu dimana di sebelah utara Singapura, Johor dan lain-lain dikuasai oleh Inggris. Sementara di sebelah selatan dikuasai oleh Belanda, sehingga wilayah imperium itu mengecil menjadi Kesultanan Lingga Riau,” jelas dia.

Kesultanan Lingga Riau, lanjut anggota DPR RI dua periode itu, di bawah pemerintahan Sultan Abdurahman Muazamsyah yang ke-2 dibubarkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912.

“Pembubaran itu karena sang Sultan tak mau tunduk pada pemerintahan Belanda. Dan saat Soekarno-Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Negara RI pada 17 Agustus 1945 maka secara otomatis wilayah Kepulauan Riau menjadi wilayah NKRI,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Perlindungan Sosial Bagi Warga Binaan, Pusat Rehabilitasi Sosial Non Panti (PRSNP) dan BGN Hadir di Teluk Pandan

“Ini fakta sejarah yang harus dilihat lagi oleh Tun Mahatir Mohamad,” ujar Nyat Kadir via ponsel dari Jakarta, Selasa (221/06/2022).

Untuk itu Nyat Kadir kembali menegaskan tak ada dasar Malaysia mengklaim Kepulauan Kepri masuk wilayah kerajaan Malaysia. Semua sudah selesai dengan urusan negaranya masing masing.

Mahathir Mohamad sebelumnya melontarkan pernyataan kontroversial. Dia menyebut Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah Republik Indonesia.

Seperti dilansir Straits Times, mantan Perdana Menteri berusia 97 tahun ini berbicara hal itu dalam sebuah acara yang digelar sejumlah organisasi non-pemerintah di bawah bendera Kongres Survival Melayu di Selangor, Malaysia, pada Minggu (19/6) waktu setempat. Acara itu diberi judul ‘Aku Melayu: Survival Bermula’.

BACA JUGA:  Menhub Pantau Kepulangan PMI di Batam

Dalam pidatonya, Mahathir juga menyatakan bahwa pemerintah Malaysia menganggap lebih berharga untuk memenangkan kendali atas Pulau Sipadan dan Ligitan di Borneo saat melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ), sembari menyerahkan Pedra Branca ke Singapura.

“Kita seharusnya menuntut tidak hanya Pedra Branc, atau Pulau Batu Puteh, untuk dikembalikan kepada kita, kita seharusnya juga menuntut Singapura juga Kepulauan Riau, karena itu Tanah Melayu,” ujar Mahathir, yang kini menjabat anggota parlemen asal Langkawi. (MIZ)

Berita Terkait

TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga
Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa
Garuda Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh: Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Warga
Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen
Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam
Dari Batam untuk Garuda! Pemko dan Ultras Garuda Ajak Warga Nobar Final Indonesia vs Thailand
Ekonomi Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun: Batam Kian Dilirik Dunia
Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:41 WIB

TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Garuda Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh: Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam

Berita Terbaru