INIKEPRI.COM – Wacana pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) kembali mencuat, terlebih setelah presiden Joko Widodo memekarkan daerah di Papua beberapa waktu lalu.
D. G. Ahmad, tokoh pemuda Aceh Barat, Minggu 29 Januari 2023 mengatakan, pemekaran Aceh harus dilakukan oleh Presiden Jokowi.
“Jangan sampai mengulangi pemerintahan sebelumnya yang enggan memekarkan Aceh. Tapi daerah lain, kok bisa dengan mudahnya?,” ujar D. G. Ahmad, melalui panggilan telepon dengan INIKEPRI.COM.
Ia menilai, Provinsi ABAS ini untuk pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
“Satu-satunya cara agar pemerataan pembangunan itu adalah pembangunan. Agar semua merasakan, terutama kabupaten dan kota yang masuk di Provinsi ABAS ini,” terang dia.
Selain itu, D. G. Ahmad menilai, apabila Provinsi ABAS ini direstui pemerintah, ia menilai ada satu nama yang dinilai layak memimpin Provinsi tersebut.
“Kalau ini terbentuk (Provinsi ABAS -red), figur Akhmad Rosano bisa menjadi Pjs Gubernur. Akhmad Rosano ini dikenal dekat dengan ulama-ulama kharismatik disini. Dan beberapa ulama itu terang-terangan mendukung Akhmad Rosano untuk mengabdi sebagai Pjs Gubernur Provinsi Aceh Barat Selatan,” tutup dia.
Senada dg D. G. Ahmad, M. Amien, anak dari Abu Usman Peulanteu juga diketahui terang-terangan mendukung dari pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan ini.

BACA JUGA :
‘Berdamai’ dengan Rosano Adalah Keberhasilan Terbesar Rudi Selama Memimpin Batam
Untuk diketahui, Provinsi Aceh Barat Selatan meliputi Kabupaten Aceh Selatan, Simeulu, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya.
Beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE mendukung penuh pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara Barat Selatan (ALABAS) Menurutnya pemekaran sudah menjadi harapan masyarakat daerah ALABAS sejak dulu. Karena pemekaran tersebut, kata Ramli, untuk membangun wilayah ALABAS menjadi maju kedepannya.
“Saya sangat dukung ini, bahkan saat masih diwacanakan dua provinsi yaitu ALA dan ABAS saat itu kita sudah rekomendasikan,” kata Ramli dilansir dari AJNN.
Wacana Pembentukan Provinsi ABAS ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2003 silam. Namun, pada April 2013 yang lalu, beberapa tokoh mendeklarasikan pemekaran ini. (MIZ)

















