Kepala BNPT Ajak Ormas Islam Cegah Narasi Kebencian di Media Sosial

- Publisher

Senin, 27 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tadarus Kebangsaan dan Penyusunan Road Map Kepemimpinan Muslim Indonesia di Jakarta pada Minggu (26/3/2023). Foto: Biro Perencanaan, hukum dan Humas BNPT

Tadarus Kebangsaan dan Penyusunan Road Map Kepemimpinan Muslim Indonesia di Jakarta pada Minggu (26/3/2023). Foto: Biro Perencanaan, hukum dan Humas BNPT

INIKEPRI.COM – Masyarakat Indonesia, khususnya Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, diajak untuk menanggulagi dan mencegah narasi bermuatan kebencian yang semakin marak di Media Sosial (Medsos) belakangan ini.

“Seluruh keluarga besar (ormas Islam) itu harus menyelamatkan narasi-narasi yang hari ini penuh dengan kebencian khususnya pada sosial media” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar, dalam keterangan resmi yang diterima INIKEPRI.COM terkait Tadarus Kebangsaan dan Penyusunan Road Map Kepemimpinan Muslim Indonesia di Jakarta pada Minggu (26/3/2023).

BACA JUGA :

Wapres Harap Masyarakat Bersatu Menyikapi Pemilu 2024 Mendatang

Menurut Kepala BNPT, medsos kini sudah menjadi bagian dari ruang publik yang banyak diakses oleh anak-anak muda Indonesia.

Oleh karenanya, seluruh pihak harus bersinergi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh medsos yang semakin menjauhkan dari nilai kebangsaan dan keislaman yang Rahmatan lil Alamin.

BACA JUGA:  Komjen Boy Rafli: Tak Usah Bersimpati dengan Taliban

“Anak-anak yang perlu kita selamatkan agar tidak menjadi generasi yang terpenetrasi dengan nilai-nilai yang jauh dari nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman yang Rahmatan lil Alamin,”ujar Boy Rafli.

Kepala BNPT juga mendorong organisasi masyarakat Islam untuk selalu berperan aktif dalam kegiatan kebangsaan untuk memperat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Misalnya dengan menghadirkan dan mengedepankan narasi persatuan di tengah perbedaan dan mengokohkan NKRI di tengah pluralitas kehidupan, serta membaca ulang sejarah pahlawan dan syuhada bersama dalam mewujudkan cita cita bangsa.

“Narasi narasi kebangsaan itulah yang diperlukan hari ini oleh kita semua. Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menjadi mitra BNPT selama ini, tentunya seluruh ormas Islam dengan BNPT kami selama ini terbantukan dengan sosialisasi kebangsaan kepada masyarakat kita,” jelas kepala BNPT.

BACA JUGA:  KPK: Konflik Kepentingan Tingkatkan Risiko Korupsi, Perlu Integritas Bersama

BACA JUGA :

Waspada! Benci kepada Pemimpin Adalah Awal Intoleransi dan Radikalisme

Dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mengatakan sebenarnya budaya Islam di Indonesia sudah tumbuh damai, namun ada paham-paham dari luar yang mencoba mengganggu dan cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu, Mahfud mengajak seluruh organisasi masyarakat berbasis Islam untuk terus menyampaikan nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang dan mempersatukan.

“Di Indonesia, Islam yang sejuk dan damai. Islam juga berkembang berdasarkan budaya-budaya Islam Asia Tenggara, mari bersama-sama (Ormas Islam) untuk perkuat ikatan kebangsaan ini,” kata Menkopolhukam.

Ketua Umum LPOI Said, Said Aqil Siroj, berpesan agar seluruh umat, para tokoh dan pemimpin agama serta organisasi-organisasi Islam Indonesia harus menjadi pelopor sekaligus penggerak majunya NKRI kearah yang lebih baik.

BACA JUGA:  BNPT Rilis Empat Analisis Lapangan dan Kajian Kebijakan Penanggulangan Ekstremisme

“Seluruh kekuatan umat para tokoh dan pemimpin agama serta organisasi-organisasi islam Indonesia harus segera bergerak untuk menjadi garda depan perubahan dan perbaikan negeri ini. Ormas islam harus menjadi leader. Bergerak untuk satu visi Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tutur Said Aqil.

Acar itu turut dihadiri sejumlah perwakilan dari LPOI dan Non-LPOI, seperti Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, Al-Irsyad, Al-Islmiyah, Arrobithoh Al-Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mathlaul Anwar, Attihadiyah, Azikra, Al-Wasliyah, IKADI, Syariakat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Dewan Da’wah Islamiyah, ICMI dan DMI. (DI)

Berita Terkait

Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya
Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya
BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar
Mau Tambah Nama di Kartu Keluargan karena Kelahiran atau Nikah? Simak Syarat dan Cara Mengurusnya
Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah
Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Mau Tambah Nama di Kartu Keluargan karena Kelahiran atau Nikah? Simak Syarat dan Cara Mengurusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah

Berita Terbaru