Koperasi HKTI Tamara Kepri Intip Peluang dari Limbah Kayu

- Publisher

Sabtu, 25 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koperasi HKTI TAMARA Pusat Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak, M.Si, S.IP saat melihat proses pengolahan kayu di PT NPA. Foto: INIKEPRI.COM

Ketua Koperasi HKTI TAMARA Pusat Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak, M.Si, S.IP saat melihat proses pengolahan kayu di PT NPA. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, hal ini turut menuntut kreativitas dan inovasi dalam banyak aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya soal pengembangan usaha dan mencari ide bisnis.

Dewasa ini, banyak usaha yang muncul dan lahir secara spontanitas didasari oleh dua faktor tersebut diatas.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Koperasi HKTI TAMARA Pusat Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak, M.Si, S.IP , setelah melihat potensi dan peluang usaha setelah meninjau PT. Nusa Persada Alphena (PT NPA), perusahaan kayu yang berada di Batuaji, Kota Batam, Kamis (23/5/2024).

Saat melihat proses produksi di PT NPA, Winston beserta pengurus Koperasi HKTI Tamara Kepri melihat banyaknya limbah pengolahan kayu yang masih bisa diolah agar menjadi barang ekonomis.

BACA JUGA:  Koperasi HKTI : Pemanfaatan Hasil Hutan Berdasarkan Peraturan dan Mempertimbangkan Sisi Kearifan Lokal

“Limbah-limbah kayu ini bisa diolah menjadi arang bricket. Belum lagi serbuk kayunya, ini kalau kita optimalkan, bisa kita jadikan barang ekonomis pada industri peternakan. Ini peluang bagi pengurus Koperasi HKTI Tamara Kepri,” kata Winston.

Tak hanya itu, ucap Winston lagi, hadirnya pengelolaan limbah kayu ini juga bisa menghadirkan solusi bagi permasalahan lingkungan yang terjadi selama ini.

“Mungkin selama ini limbah ini dibiarkan membusuk atau dibakar. Ini kan jadi persoalan baru. Maka, sudah tepat rasanya jika ada pengelolaan limbah agar permasalahan ini dapat terurai dan terselesaikan,” terang dia.

Menanggapi hal tersebut, Rendy, pihak PT NPA, mengungkapkan, limbah yang dihasilkan dari industri kayu dapat mencapai 25%-30% dari volume bahan kayu gelondongan.

“Kayu-kayu limbah yang ada di industri asal pengolahannya terdiri dari berbagai jenis kayu lokal. Pemanfaatan limbah tidak terlepas dari kebutuhan manusia akan produk design yang terbuat dari kayu. Limbah kayu adalah sisa-sisa kayu atau bagian kayu yang dianggap tidak bernilai ekonomi lagi dalam proses tertentu, pada waktu tertentu dan tempat tertentu yang mungkin masih dimanfaatkan pada proses dan waktu yang berbeda. Yang umumnya terdiri atas sisa gergajian, sisa potongan panjang dan pendek, dan kulit kayu, ” jelas Rendy.

BACA JUGA:  Begini Penjelasan PT NPA Terkait Tudingan Miring Soal Kayu Ilegal

Selama ini, jelas Rendy, penanganan limbah pengolahan kayu ini masih dilakukan secara konvensional.

“Selama ini sisa-sisa pengolahan ini dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang ke semuanya berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga penanggulangannya perlu dipikirkan,” ucap dia membenarkan perkataan Winston sebelumnya.

Ia pun menyambut baik ide dari Winston dengan pemanfaatan limbah kayu tersebut.

“Dengan hadirnya pengelolaan limbah kayu ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mencegah permasalahan lingkungan yang terjadi akibat pembakaran limbah kayu. Selain itu juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja dan dukungan dalam pembangunan di kota Batam,”  kata Rendy.

Bak gayung bersambut, Samsul, ketua Koperasi HKTI Tamara Kepri mengaku siap menjalankan ide dari Winston. Terlebih, PT NPA selaku perusahaan terkait telah memberikan lampu hijau dengan ide ini.

BACA JUGA:  Pengurus Koperasi HKTI TAMARA Bumi Indonesia Provinsi Kepri Dilantik

“Ide dari ketua Koperasi HKTI Tamara pusat tadi akan segera kami eksekusi dalam waktu dekat ini. Tentu kami berharap, PT NPA dapat memberikan ruang bagi Koperasi HKTI Tamara Kepri agar dapat memanfaatkan limbah yang selama ini menjadi produk terbuang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” harap dia.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca
Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026
Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BP Batam Upayakan Hujan Turun di Waduk Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Amsakar Achmad Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Berita Terbaru