INIKEPRI.COM – Calon Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Calon Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, hadir dan semakin kompak saat kampanye dialogis SAYANG-ASLI, yang diselenggarakan di Cluster Sakura, Botania Garden 1, Belian, Batam Kota, Kota Batam, Senin (4/11/2024) malam.
Dalam sambutannya, Amsakar menyebut, kampanye yang diselenggarakan pada malam ini adalah rangkaian kampanye yang telah ditetapkan oleh KPU.
“Di kesempatan yang berbahagia ini, bahwa mekanisme demokrasi kita sudah sampai kepada tahap kampanye. Dan malam hari ini, SAYANG untuk Provinsi Kepri dan ASLI untuk Kota Batam menunaikan tugas konstitusi kami untuk mengabarkan kepada seluruh warga Batam dan seluruh warga Kepri,” kata Amsakar dalam orasi pembukanya.
Amsakar seperti di banyak rangkaian kampanyenya, kembali menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan dilakukan apabila nanti ia dan Li Claudia Chandra mendapat kesempatan Kota Batam.
Ia juga kembali mengulas sejumlah alasan, kenapa ASLI layak dipilih pada kontestasi Pilwako Batam 2024.
“Yang pertama, Amsakar sudah 27 tahun berumah di Pemko Batam. Paham dengan birokrasi. Kemudian, Li Claudia Chandra sudah dua periode duduk di legislatif. Insya Allah kita akan mampu membuat kebijakan yang memang memberikan kemaslahatan bagi semuanya,” papar Amsakar.
Kemudian, lanjut Amsakar, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Batam nomor urut 2 ini, ada representasi gendernya.
“ASLI ini ada keterwakilan kaum hawanya. Di kota Batam ini, kalau kita merujuk ke data statistik kita, lebih dari 49 persen itu kaum hawa. Jumlah ini relatif sebanding dengan kaum Adam. Oleh karena itu, mari kita buat sejarah, bagaimana kepemimpinan Batam ke depan ada perempuannya,” ajak dia.
Amsakar kemudian menyebut, menyelesaikan persoalan di Kota Batam tidak bisa hanya mengandalkan APBD yang ada.
“Perlu disupport oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, agar ini bisa sinergi, perlu kita dukung Pak Ansar. Agar linear atas bawah terjadi sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat,” ucap dia.
Seorang Ansar Ahmad, menurut pandangan Amsakar, adalah sosok pemimpin yang ideal. Selain mampu membawa kesejukan, Ansar dinilai sebagai figur yang paling komplit.
“Tak hanya kapabilitas dan kecakapannya dalam memimpin, Pak Ansar ini sangat layak meneruskan kepemimpinannya di Kepri. Bahasa inggrisnya bagus, menjadi Khotib beliau luar biasa, mencairkan suasana dengan nyanyian berbagai bahasa daerah Pak Ansar jagonya. Bersenandung Shalawat apalagi. Mau dibandingkan dengan siapapun, Pak Ansar belum ada lawannya,” puji Amsakar, seraya mengulang kembali ajakan memilih Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura.
Di tempat yang sama, Ansar Ahmad dalam orasi politiknya menerangkan kepada masyarakat yang hadir sejumlah capaian yang telah ia lakukan pada 3,5 tahun terakhir dalam memimpin Provinsi Kepulauan Riau.
Senada dengan Amsakar, Ansar menekankan pentingnya linear kepemimpinan di Kepri dan Kota Batam. Apalagi menurutnya, ada program prioritas ASLI yang sama dengan apa yang telah ia lakukan di Kepri.
“Seperti jaminan kesehatan bagi pekerja rentan, Provinsi Kepri telah melaksanakan program ini. Jadi nanti apabila SAYANG dan ASLI diberi kesempatan masyarakat untuk memimpin, program ini dapat berjalan dengan baik. Pak Amsakar dan Bu Li Claudia bisa masuk jalankan program prioritasnya tersebut kepada pekerja rentan di Batam yang belum tersentuh oleh Kepri,” jelasnya.
Kompaknya kedua sosok ini semakin kuat terlihat saat Ansar dan Amsakar di penghujung kampanye dialogis ini, berduet menembangkan lagu Mardua Holong. Seperti diketahui bersama, dalam banyak kegiatan yang dihadiri oleh Ansar dan Amsakar, keduanya acapkali bersenandung bersama. “Duet AA” ini sontak saja menarik perhatian masyarakat untuk mengabadikan saat mereka bernyanyi
Penulis : DI
Editor : IZ

















