INIKEPRI.COM – Perjuangan panjang Bupati Natuna, Cen Sui Lan, akhirnya membuahkan hasil. Kementerian Perhubungan RI secara resmi menyetujui Pelabuhan Selat Lampa di Kabupaten Natuna sebagai pelabuhan ekspor-impor. Penetapan ini menjadi langkah besar dalam membuka gerbang perdagangan internasional langsung dari wilayah perbatasan utara Indonesia.
Kabar gembira ini tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI dengan nomor AL.301/II/14/DP-25, tertanggal 1 Juli 2025, yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau. Surat tersebut menyatakan bahwa Pelabuhan Selat Lampa telah disetujui sebagai pelabuhan ekspor dan impor, sebagaimana sebelumnya diusulkan oleh Pemkab Natuna.
“Iya, kita sudah terima surat itu. Intinya, Pelabuhan Selat Lampa disetujui jadi pelabuhan ekspor-impor. Usulan kita terkabul. Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama, dari daerah hingga pusat,” ujar Cen Sui Lan, Rabu (2/7/2025).
Koordinasi Langsung dengan Pusat
Setelah menerima surat persetujuan, Bupati Cen Sui Lan langsung menjalin koordinasi intensif dengan Direktur Kepelabuhanan Ditjen Hubla Kemenhub RI, Muh Anto Julianto, guna mempercepat langkah operasionalisasi pelabuhan.
Menurut pernyataan Muh Anto kepada Cen Sui Lan, pelabuhan Selat Lampa dapat segera difungsikan dengan catatan kesiapan unsur CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) serta kehadiran Syahbandar sebagai otoritas pelabuhan.
“Silakan dioperasionalkan dengan menyiapkan CIQ. Syahbandar sebagai otoritasnya. Prinsipnya, ini sudah bisa berjalan,” terang Cen Sui Lan, mengutip arahan dari Kementerian Perhubungan.
Dampak Strategis bagi Ekonomi Daerah
Dalam forum Coffee Morning yang digelar Rabu pagi, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa keputusan ini akan membawa dampak langsung bagi rakyat Natuna, khususnya nelayan dan petani. Dengan status ekspor-impor yang resmi, komoditas unggulan Natuna—seperti ikan, hasil laut, dan hasil pertanian—tidak perlu lagi melewati pelabuhan lain seperti Batam.
Dulu, saat panen raya, harga cabai anjlok karena tak ada jalur keluar. Sekarang peluang terbuka. Kita bisa langsung ekspor ke China, Thailand, dan Vietnam,” ungkapnya penuh optimisme.
Bupati menekankan bahwa keberadaan pelabuhan ekspor-impor ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan tonggak ekonomi baru yang akan membuka lapangan kerja, mengurangi ketergantungan logistik antarwilayah, dan mendorong tumbuhnya usaha-usaha lokal.
“Ini bukan sekadar pelabuhan. Ini adalah pintu masa depan bagi Natuna,” tegasnya.
Sinergi Daerah dan Pusat
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan lintas sektor, baik dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun kementerian terkait. Dengan status ini, Selat Lampa diharapkan menjadi simpul logistik nasional dan pusat distribusi ekspor unggulan dari wilayah terluar Indonesia.
Bupati Cen Sui Lan menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh pihak turut mengawal pelaksanaan tahap selanjutnya, sehingga impian Natuna menjadi pintu perdagangan internasional benar-benar bisa terwujud dalam waktu dekat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















