KJRI Johor Bahru Kembali Fasilitasi Pemulangan 129 PMI

- Publisher

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para WNI yang Dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru Tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (12/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KJRI Johor Bahru

Para WNI yang Dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru Tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (12/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM/KJRI Johor Bahru

INIKEPRI.COM – Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru (KJRI JB), kembali memfasilitasi pemulangan 129 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center yang terdiri atas 93 orang laki-laki, 35 perempuan dan satu anak perempuan.

“Dengan pemulangan kali ini, KJRI JB telah memfasilitasi pemulangan deportasi atau repatriasi kepada 3.585 PMI atau WNI, di mana 1.129 di antaranya dilaksanakan melalui Program M,” kata Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI JB, Erry Kenanga, melalui keterangan resmi, Selasa (29/7/2025).

BACA JUGA:  Pasien COVID-19 Ogah Divaksin, Siap-Siap Akan Ditagih Rp262 Juta

Erry mengatakan, Program M adalah program kerja sama antara pihak Imigrasi Malaysia dan Perwakilan RI di Semenanjung Malaysia guna memfasilitasi pemulangan deportasi sebanyak 7.200 WNI/PMI dalam kurun waktu dua tahun.

Program iru telah dimulai sejak November 2024, dan bergulir hingga 2026.

Menurut Erry, pemulangan PMI itu memperlihatkan kerja diplomasi yang melibatkan berbagai institusi dari otoritas Malaysia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), hingga BP3MI, P4MI hingga instansi pelabuhan dan kesehatan Indonesia

Sinergi itu menunjukkan bahwa perlindungan WNI bukan hanya kewajiban formal, tetapi komitmen menyeluruh yang menyentuh sisi kemanusiaan, integritas hukum, dan kepercayaan lintas negara.

BACA JUGA:  Amanat Surya Paloh, NasDem Malaysia Siap Menangkan Anies Baswedan

Erry mengimbau seluruh WNI atau PMI di Malaysia maupun yang saat ini bekerja di Malaysia untuk menempuh jalur resmi guna mencegah permasalahan di kemudian hari.

“Tingginya angka deportasi dari Malaysia mencerminkan bahwa masih banyak WNI yang tinggal di Malaysia secara unprosedural,” katanya.

Beberapa faktor tingginya deportasi ini, yakni faktor penarik, dengan adanya kebutuhan tenaga kerja murah di Malaysia, berada di banyak sektor seperti perkebunan, konstruksi, restoran, rumah tangga, dan lain-lain.

BACA JUGA:  732 PMI Masih Menjalani Karantina di Batam

Faktor pendorong, yakni desakan ekonomi, tingginya kompetisi dalam mencari kerja di Indonesia.

Selanjutnya faktor geografi dan kultural, di mana jarak Indonesia dengan Malaysia yang dekat, kemiripan budaya, membuat Malaysia menjadi destinasi favorit WNI pencari kerja.

“Faktor lainnya, masih terbatasnya literasi WNI terkait bermigrasi ke luar negeri dengan aman,” ujarnya.

Erry menambahkan, langkah pemulangan ini bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi memperkokoh reputasi Indonesia sebagai negara yang hadir, melindungi setiap WNI yang berada di luar negeri.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun
Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi
Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk
Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh
Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia
267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai
Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 08:30 WIB

Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Senin, 27 April 2026 - 08:32 WIB

Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi

Selasa, 14 April 2026 - 06:51 WIB

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk

Jumat, 10 April 2026 - 06:12 WIB

Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh

Berita Terbaru