Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi

- Publisher

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sejumlah ilmuwan dari Universitas Toho, Jepang, memprediksi bahwa kehidupan di Bumi pada akhirnya akan berakhir akibat perubahan evolusi Matahari. Dalam studi tersebut, Matahari diperkirakan akan memasuki fase “Raksasa Merah” yang menyebabkan ukurannya membesar secara drastis.

Pada fase itu, Matahari diprediksi akan mengembang hingga menelan planet-planet bagian dalam tata surya, termasuk Merkurius, Venus, dan Bumi. Peristiwa ini diperkirakan terjadi dalam waktu sekitar lima miliar tahun ke depan, ketika cadangan hidrogen Matahari mulai habis.

BACA JUGA:  Viral! Keringat Tenaga Medis Bercucuran saat Lepas APD

Namun demikian, para peneliti menilai bahwa kehidupan di Bumi kemungkinan besar telah berakhir jauh sebelum fase tersebut terjadi. Dalam kurun waktu sekitar satu miliar tahun mendatang, kondisi lingkungan diperkirakan tidak lagi mampu mendukung kehidupan akibat peningkatan suhu ekstrem.

Radiasi Matahari yang semakin intens, termasuk lontaran massa koronal dan suar Matahari, dapat berdampak pada sistem komunikasi, satelit, serta teknologi berbasis navigasi seperti GPS. Dalam jangka panjang, peningkatan energi panas juga berpotensi merusak ekosistem dan organisme hidup di Bumi.

BACA JUGA:  Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa bagi Palestina

Meski skenario tersebut terjadi dalam waktu yang sangat panjang, ilmuwan menilai ancaman yang lebih dekat justru berasal dari perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Perubahan suhu global dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan, memicu bencana alam, serta berdampak pada ketahanan pangan dunia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan dampak perubahan iklim dapat mulai dirasakan dalam waktu dekat, termasuk peningkatan angka kematian akibat penyakit terkait lingkungan.

BACA JUGA:  Jurnalis Israel Menyusup ke Mekkah dan Liput saat Wukuf di Arafah

Di sisi lain, perkembangan teknologi membuka kemungkinan baru bagi manusia untuk bertahan. Sejumlah ilmuwan memperkirakan manusia dapat menjelajah dan menghuni planet lain, seperti Mars, sebagai bagian dari upaya keberlanjutan spesies di masa depan.

Dengan demikian, meskipun prediksi akhir Bumi akibat evolusi Matahari menjadi perhatian ilmiah, tantangan yang lebih mendesak saat ini adalah bagaimana manusia menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di planet ini.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru