KJRI Johor Bahru Ingatkan Masyarakat untuk Gunakan Jalur Resmi

- Publisher

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.  Foto: JIBI Photo

Ilustrasi. Foto: JIBI Photo

INIKEPRI.COM – Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru (KJRI JB) mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri seperti Malaysia, sebaiknya melalui jalur resmi atau secara prosedural sehingga lebih terlindungi hak-haknya.

KJRI JB mencatat selama Semester I 2025 ini telah memfasilitasi pemulangan 3.585 pekerja migran Indonesia (PMI) atau warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia setelah menjalani proses hukum karena melanggar keimigrasian.

“Bekerja secara legal itu bisa melalui BP3MI atau dinas tenaga kerja di wilayah masing-masing, karena masuk secara legal prosedural itu setiap pekerja akan terjamin,” kata Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI JB, Erry Kenanga, melalui keterangan resmi, Rabu (30/7/2025).

BACA JUGA:  KJRI Johor Bahru Bantu Pulangkan WNI yang Mengaku Disiksa Majikan

Menurut Erry, pekerja migran Indonesia yang masuk secara prosedural akan diberikan pelatihan terlebih dahulu, sehingga saat bekerja di luar negeri sudah siap dengan ketrampilan yang dimiliki. “Juga dari segi bahasa, dan segi adaptasi. Karena akan diajarkan kebiasaan-kebiasaan di negara setempat,” ujarnya.

PMI yang berangkat kerja keluar negeri melalui dinas tenaga kerja atau proses resmi juga mendapat perlindungan, termasuk asuransi tenaga kerja. “Setahu kami BPJS untuk kerja di luar negeri sudah memberikan jaminan kepada PMI,” ungkapnya.

Erry menyebutkan, angka 3.585 PMI yang dipulangkan ke Indonesia selama kurun waktu setengah tahun ini bukanlah angka yang sedikit. Pihaknya belum bisa membandingkan data para periode yang sama setahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Ini Perbandingan Jembatan Batam-Bintan dan Selat Sunda

Namun, lanjut dia, pihak Imigresen Malaysia dan Perwakilan RI di Semenanjung Malaysia bekerja sama untuk memfasilitasi pemulangan deportasi sebanyak 7.200 WNI/PMI dalam kurun waktu dua tahun (2025 sampai dengan 2026).

Kerja sama itu disebut dengan Program M. Dari 3.585 PMI yang dideportasi sepanjang 2025 itu, sebanyak 1.129 di antaranya dipulangkan melalui Program M.

“Minggu ini akan ada pemulangan lagi 90 PMI melalui Dumai, Riau. Tapi pemulangan secara bertahap juga. WNI yang tinggal secara ilegal di Malaysia akan dipulangkan melalui Program M ini, dan juga pemulangan mandiri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ciptakan Iklim Investasi Kondusif, Li Claudia Komitmen Benahi Regulasi

KJRI JB juga berupaya untuk mendata jumlah WNI atau PMI yang masuk ke Malaysia secara non-prosedural. Menurut dia setiap WNI yang pergi ke luar negeri wajib melaporkan dirinya, tetapi WNI yang berangkat secara legal pun banyak yang tidak melaporkan diri.

Data yang ada saat ini, WNI yang berada di Malaysia sebanyak 130 ribu jiwa, berdasarkan data daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) dan data permohonan paspor, SPLP, dokumen-dokumen dan juga data siswa di Sekolah Indonesia Johor Bahru.

“Dari data itu kami upayakan coba mendata. tentunya kami yakin masih banyak lagi WNI yang ada di Malaysia,” kata Erry.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat
TP-PKK Batam Salurkan 30 Kursi Roda, Erlita Amsakar Tegaskan Komitmen pada Kelompok Disabilitas
Tingkatkan Keandalan Listrik di Senjulung, PLN Batam Percepat Pembangunan Gardu Baru Dalam Upaya Pengamanan Peningkatan Beban
Ramai Sorotan Anggaran Sopir Rp44,3 Miliar, Pemko Batam: Diprioritaskan untuk Pelayanan Publik
Pengurus KBKK Batam Dikukuhkan, Amsakar Minta Pengurus Jaga Soliditas dan Perkuat Kontribusi bagi Daerah
Saya Orang Pertama yang Bersuara”: Kesaksian Korban Membuka Babak Baru Dugaan Intimidasi di Bukit Indah Piayu
Video Viral Menghilang, Warga Perumahan Bukit Indah Piayu Mengaku Diintimidasi, Ancaman Longsor Membayangi Proyek Mahkota Property Group
Apresiasi Peran BP Batam, Banggar DPR RI Optimis Batam Menjadi Kawasan Investasi Berkelas Dunia

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:13 WIB

TP-PKK Batam Salurkan 30 Kursi Roda, Erlita Amsakar Tegaskan Komitmen pada Kelompok Disabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik di Senjulung, PLN Batam Percepat Pembangunan Gardu Baru Dalam Upaya Pengamanan Peningkatan Beban

Senin, 6 Juli 2026 - 09:51 WIB

Ramai Sorotan Anggaran Sopir Rp44,3 Miliar, Pemko Batam: Diprioritaskan untuk Pelayanan Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 09:21 WIB

Pengurus KBKK Batam Dikukuhkan, Amsakar Minta Pengurus Jaga Soliditas dan Perkuat Kontribusi bagi Daerah

Berita Terbaru