KJRI Johor Bahru Bantu Pulangkan WNI yang Mengaku Disiksa Majikan

- Admin

Minggu, 23 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru. Foto: Istimewa

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru membantu pemulangan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang videonya viral di media sosial lantaran mengaku disiksa majikannya di Malaysia.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto dilansir dari ANTARA mengatakan, WNI itu beranam Dewi dan berasal dari Medan, Sumatera Utara. Dewi bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan telah difasilitasi pulang sebelum video tentang pengakuannya beredar.

BACA JUGA :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia Darurat Penempatan PMI Ilegal Merupakan Bentuk Ketidakmampuan BP2MI Berikan Perlindungan

Dewi dalam video tersebut, terlihat menangis dalam mobil dan memohon untuk dipulangkan ke Indonesia setelah kabur dari rumah majikannya.

Baca Juga :  Petugas KKHI Anggap Jemaah sebagai Orang Tua Sendiri

Sigit mengatakan Dewi kabur dari rumah majikannya karena diduga membawa sejumlah uang.

Dia masuk ke Malaysia pada 15 Juni 2023 secara non-prosedural tanpa visa kerja dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Berdasarkan rekaman CCTV, Dewi memang terlihat kabur dari rumah majikannya.

Dalam video yang viral tersebut, Dewi mengaku disiksa majikan yang menahan paspor dan ponselnya. Namun, Konjen Sigit mengatakan Dewi tidak termasuk kelompok rentan dan juga tidak ada tanda-tanda pemukulan.

KJRI, menurut dia, telah mencoba menggali informasi dari Dewi, seperti nama dan alamat majikannya, serta nama calo tenaga kerja yang membawanya masuk ke Malaysia. Namun, tidak ada informasi yang diperoleh dari Dewi, kecuali keinginan untuk segera pulang.

Baca Juga :  Kepala Perempuan Ini Ditusuk Paku Agar Lahirkan Bayi Laki-laki

Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) telah dikeluarkan oleh KJRI Johor Bahru pada 17 Juli setelah ada persetujuan dari Imigrasi Malaysia. Dewi juga telah membayar denda sebesar 100 ringgit (sekitar Rp329.000) karena overstay selama tiga hari.

Kepolisian setempat baru mendapatkan laporan pada 18 Juli 2023 dari majikan Dewi, yang menuduhnya membawa kabur uang sebesar 10.000 ringgit (sekitar Rp32,98 juta). (RP/ANTARA)

Berita Terkait

Layanan Haji di Madinah sudah sesuai Kontrak, Berharap Kepuasan Jemaah Meningkat
Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa bagi Palestina
Bela Palestina Wujud Amanat UUD 1945
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemlu Imbau WNI Tunda Bepergian
Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia Berhasil Diterjunkan di Gaza
Saudia Airlines Angkut 106 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2024
KRI Diponogoro-365 Ikuti Latihan Multinasional di Laut Meditrania
Menparekraf Jajaki Kolaborasi Gelar Konser Musik Skala Dunia dengan Singapura

Berita Terkait

Senin, 13 Mei 2024 - 00:15 WIB

Layanan Haji di Madinah sudah sesuai Kontrak, Berharap Kepuasan Jemaah Meningkat

Minggu, 12 Mei 2024 - 00:10 WIB

Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa bagi Palestina

Jumat, 10 Mei 2024 - 01:26 WIB

Bela Palestina Wujud Amanat UUD 1945

Selasa, 16 April 2024 - 09:54 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemlu Imbau WNI Tunda Bepergian

Jumat, 12 April 2024 - 00:00 WIB

Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia Berhasil Diterjunkan di Gaza

Selasa, 9 April 2024 - 01:03 WIB

Saudia Airlines Angkut 106 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2024

Senin, 8 April 2024 - 00:18 WIB

KRI Diponogoro-365 Ikuti Latihan Multinasional di Laut Meditrania

Rabu, 13 Maret 2024 - 04:04 WIB

Menparekraf Jajaki Kolaborasi Gelar Konser Musik Skala Dunia dengan Singapura

Berita Terbaru

Menkominfo Budi Arie Setiadi (tengah), Zara Murzandina Budi Arie (tengah kiri), WamenKominfo Nezar Patria (kanan) dan Direktur Informasi Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septirana Tangkary (kanan). Foto: Humas Kominfo

Tekno

Starlink dipastikan Tak Dapat Insentif dari Pemerintah

Senin, 20 Mei 2024 - 06:13 WIB

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kesehatan

Upaya Pencegahan Hipertensi dengan PATUH dan CERDAS

Senin, 20 Mei 2024 - 06:12 WIB