INIKEPRI.COM – China kembali mencatat pencapaian penting di bidang antariksa. Negeri Tirai Bambu itu berhasil meluncurkan sebuah satelit uji coba untuk pengembangan teknologi internet satelit, Selasa (9/9) waktu setempat.
Peluncuran dilakukan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, yang terletak di kawasan barat laut China. Satelit dibawa menggunakan roket pengangkut Long March-2C yang dilengkapi dengan tahap atas Yuanzheng-1S (Ekspedisi-1S).
Menurut keterangan resmi, roket lepas landas pada pukul 09.06 waktu Beijing (08.06 WIB) dan satelit berhasil masuk ke orbit yang ditentukan. Misi ini sekaligus menandai penerbangan ke-595 dari seri roket pengangkut Long March yang selama ini menjadi andalan program luar angkasa China.
Menuju Internet Satelit Mandiri
Peluncuran satelit ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang China untuk membangun jaringan internet satelit berkecepatan tinggi. Teknologi tersebut diharapkan mampu menyediakan akses internet yang lebih stabil, terutama di wilayah terpencil, serta memperkuat kemandirian China dalam infrastruktur digital global.
Proyek internet satelit tengah menjadi tren global, dengan beberapa perusahaan dan negara bersaing menghadirkan layanan serupa. Sebelumnya, SpaceX dengan Starlink dan Amazon dengan Project Kuiper juga gencar membangun konstelasi satelit internet.
China sendiri berambisi membangun jaringan satelit orbit rendah bumi (LEO) dalam jumlah besar untuk memastikan akses internet nasional tidak hanya cepat, tetapi juga aman dari ketergantungan asing.
Konsistensi Program Antariksa
Keberhasilan misi ini mempertegas konsistensi China dalam program antariksa. Selain eksplorasi luar angkasa dan pembangunan stasiun luar angkasa Tiangong, fokus pada teknologi satelit komunikasi dan internet menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing di era digital.
Penulis : RP
Editor : IZ

















