Air Zamzam Tidak Pernah Habis Meski Telah Dipakai Selama 4.000 Tahun, Kenapa?

- Publisher

Rabu, 28 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Kenapa air zamzam tidak pernah habis meski telah dipakai oleh jutaan orang selama ribuan tahun? Temukan jawabannya di artikel berikut ini.

Air zamzam merupakan air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak 21 meter dari kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah.

Umat Islam yang pergi haji atau umrah biasanya akan berkunjung ke sumur zamzam dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Menurut Islam, sumur air zamzam muncul dari bawah kaki Nabi Ismail, saat ia menangis karena kehausan di padang pasir bersama ibunya, Hajar.

Dokumen sejarah menunjukkan, kedatangan Ismail ke Mekah pada tahun kelahirannya, sekitar tahun 1910 SM, merupakan tahun munculnya zamzam. Sehingga jika disesuaikan dengan kalender Hijriyah, maka sumur air zamzam telah ada selama sekitar 4.000 tahun.

BACA JUGA:  Demi Keselamatan Bekerja, Menaker Beri Tujuh Pesan ke PMI di Malaysia

Meski telah dipakai selama 4.000 tahun, tapi air di sumur zamzam tidak pernah habis dan hingga kini terus dimanfaatkan oleh jutaan orang.

Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi sebagian orang: Kenapa sumur air zamzam tidak pernah kering dan habis meski telah dipakai selama ribuan tahun?

Seorang profesor geologi dari African Research Institute, Abbas Sharaqi menjelaskan alasan kenapa bisa sumur air zamzam tidak pernah kering dan habis. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena reservoir sumur air zamzam terhubung dengan air tanah terbarukan.

“Tidak adanya penipisan dalam geologi, berarti bahwa itu adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah bisa diperbarui, seperti di sumur zamzam,” kata Sharaqi dilansir Egypt Today, Selasa 27 April 2021.

Sharaqi kemudian membandingkan dengan reservoir Batu Pasir Nubian di Mesir. Kata dia, itu tidak dapat diperbarui. Berbeda dengan sumur zamzam di Mekah, yang sumber airnya berasal dari hujan.

BACA JUGA:  Kemlu Terus Pantau Kasus Penembakan WNI di Malaysia

Selain itu, geografis Mekah yang berupa pegunungan–di mana ada lembah di antaranya–membuat sumur zamzam memungkinkan terdapat di dalamnya.

“Mesir memiliki Gurun Barat, reservoir Batu Pasir Nubian yang terletak di oasis. Namun, itu tidak dapat diperbarui. Itu tidak memperbaharui dirinya sendiri selama bertahun-tahun,” ujarnya.

“Air zamzam adalah air terbarukan. Sumber airnya berasal dari hujan di Mekah. Mekah adalah daerah pegunungan dan salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di dataran rendah,” sambung Sharaqi.

Sharaqi menambahkan, terdapat 14 meter endapan sungai yang disebabkan oleh air hujan di pegunungan, yang kemudian mengalir ke dataran rendah dan berubah menjadi sedimen. Proses ini memakan waktu jutaan tahun untuk membuat sumur zamzam sepanjang 14 meter.

BACA JUGA:  Singapura Perketat Akses Masuk Pendatang dari Indonesia

Di bagian paling bawah terdapat kumpulan bebatuan yang menyebabkan sumur memiliki kedalaman total 35 meter, dengan rincian sedimen 14 meter, dan batuan di dalam 21 meter.

Dengan curah hujan dan penyimpanan, air di dalam sumur tersebut diperbarui. “Air di sumur zamzam digunakan sebagai air minum jamaah dan tidak digunakan untuk pertanian,” kata Sharaqi

Lebih lanjut, Abbas Sharaqi mengatakan, mungkin saja jika di Arab Saudi tidak akan turun hujan, maka air di sumur zamzam, yang telah digunakan selama 4.000 tahun, akan habis.

“Namun, mengingat kondisi iklim yang stabil dan tidak berubah, sumur bisa terus berjalan sebagaimana adanya,” pungkas Sharaqi. (AFP/Hops)

Berita Terkait

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun
Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:51 WIB

Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam

Berita Terbaru