Sabtu, 8 Mei 2021
Ikuti Kami di :
28 Apr 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Kenapa air zamzam tidak pernah habis meski telah dipakai oleh jutaan orang selama ribuan tahun? Temukan jawabannya di artikel berikut ini.

Air zamzam merupakan air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak 21 meter dari kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah.

Umat Islam yang pergi haji atau umrah biasanya akan berkunjung ke sumur zamzam dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Menurut Islam, sumur air zamzam muncul dari bawah kaki Nabi Ismail, saat ia menangis karena kehausan di padang pasir bersama ibunya, Hajar.

Dokumen sejarah menunjukkan, kedatangan Ismail ke Mekah pada tahun kelahirannya, sekitar tahun 1910 SM, merupakan tahun munculnya zamzam. Sehingga jika disesuaikan dengan kalender Hijriyah, maka sumur air zamzam telah ada selama sekitar 4.000 tahun.

Meski telah dipakai selama 4.000 tahun, tapi air di sumur zamzam tidak pernah habis dan hingga kini terus dimanfaatkan oleh jutaan orang.

Ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagi sebagian orang: Kenapa sumur air zamzam tidak pernah kering dan habis meski telah dipakai selama ribuan tahun?

Seorang profesor geologi dari African Research Institute, Abbas Sharaqi menjelaskan alasan kenapa bisa sumur air zamzam tidak pernah kering dan habis. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena reservoir sumur air zamzam terhubung dengan air tanah terbarukan.

“Tidak adanya penipisan dalam geologi, berarti bahwa itu adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah bisa diperbarui, seperti di sumur zamzam,” kata Sharaqi dilansir Egypt Today, Selasa 27 April 2021.

Sharaqi kemudian membandingkan dengan reservoir Batu Pasir Nubian di Mesir. Kata dia, itu tidak dapat diperbarui. Berbeda dengan sumur zamzam di Mekah, yang sumber airnya berasal dari hujan.

Selain itu, geografis Mekah yang berupa pegunungan–di mana ada lembah di antaranya–membuat sumur zamzam memungkinkan terdapat di dalamnya.

“Mesir memiliki Gurun Barat, reservoir Batu Pasir Nubian yang terletak di oasis. Namun, itu tidak dapat diperbarui. Itu tidak memperbaharui dirinya sendiri selama bertahun-tahun,” ujarnya.

“Air zamzam adalah air terbarukan. Sumber airnya berasal dari hujan di Mekah. Mekah adalah daerah pegunungan dan salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di dataran rendah,” sambung Sharaqi.

Sharaqi menambahkan, terdapat 14 meter endapan sungai yang disebabkan oleh air hujan di pegunungan, yang kemudian mengalir ke dataran rendah dan berubah menjadi sedimen. Proses ini memakan waktu jutaan tahun untuk membuat sumur zamzam sepanjang 14 meter.

Di bagian paling bawah terdapat kumpulan bebatuan yang menyebabkan sumur memiliki kedalaman total 35 meter, dengan rincian sedimen 14 meter, dan batuan di dalam 21 meter.

Dengan curah hujan dan penyimpanan, air di dalam sumur tersebut diperbarui. “Air di sumur zamzam digunakan sebagai air minum jamaah dan tidak digunakan untuk pertanian,” kata Sharaqi

Lebih lanjut, Abbas Sharaqi mengatakan, mungkin saja jika di Arab Saudi tidak akan turun hujan, maka air di sumur zamzam, yang telah digunakan selama 4.000 tahun, akan habis.

“Namun, mengingat kondisi iklim yang stabil dan tidak berubah, sumur bisa terus berjalan sebagaimana adanya,” pungkas Sharaqi. (AFP/Hops)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x