Gelombang Dukungan Baru: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina

- Publisher

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Palestina. Foto: Istimewa

Bendera Palestina. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dukungan internasional terhadap Palestina kian menguat. Tiga negara besar, yakni Inggris, Australia, dan Kanada, secara resmi mengumumkan pengakuan mereka atas eksistensi Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menjadi salah satu yang pertama menyampaikan pengumuman bersejarah tersebut. Dalam pernyataannya melalui platform X pada Minggu (21/9/2025), ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat harapan perdamaian bagi kedua belah pihak yang terlibat konflik.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” ujar Starmer, dikutip dari AFP.

Keputusan serupa juga datang dari Australia. Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung aspirasi sah rakyat Palestina.

BACA JUGA:  Ngeri! Anjing Liar Menyeret dan Mengunyah Jasad Pasien COVID-19 di Pantai Sungai Gangga

“Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” tegas Albanese dan Wong dalam pernyataan bersama yang dilansir CNN.

Mereka menambahkan, pengakuan itu merupakan bagian dari upaya global yang terkoordinasi.

“Pengakuan Australia atas Palestina merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023.”

BACA JUGA:  Korea Utara Izinkan Warganya di Luar Negeri untuk Kembali Pasca-COVID 19

Tak ketinggalan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga resmi menyampaikan dukungan serupa. Lewat unggahan di X, ia menegaskan pentingnya kerja sama untuk masa depan yang damai.

“Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” tulis Carney, dikutip CNN.

Carney sebelumnya sudah menyatakan niat Kanada untuk mengakui Palestina di Majelis Umum PBB pada Juli lalu, meski langkah itu sempat menuai penolakan dari Israel. Meski begitu, pemerintah Kanada menekankan bahwa pengakuan ini bukanlah bentuk konfrontasi.

“Otoritas Palestina telah meninggalkan kekerasan, telah mengakui Israel, dan berkomitmen pada solusi dua negara. Kami mengakui Negara Palestina untuk memberdayakan mereka yang menginginkan koeksistensi damai dan meminggirkan Hamas,” ungkap seorang pejabat senior Kanada.

BACA JUGA:  Sudah Bersahabat dengan Corona, Kasus COVID-19 di Singapura Naik Gegara Karaoke

Lebih lanjut, pejabat itu menjelaskan bahwa niat Kanada adalah menjaga solusi dua negara tetap hidup, terlepas dari keberatan Israel.

“Upaya komunikasi tulus kami adalah untuk menjelaskan hal ini dan melakukan segala daya upaya kami mencegah suara-suara yang mencoba menjadikan ini gestur konfrontatif untuk menang,” imbuhnya.

Dengan langkah berani dari tiga negara ini, peluang bagi terciptanya momentum diplomasi baru di Timur Tengah semakin terbuka, meski jalan menuju perdamaian masih penuh tantangan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru