Badai Fengshen Terjang Filipina, Delapan Orang Tewas dan 27.000 Warga Mengungsi

- Publisher

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badai Tropis Fengshen memporak-porandakan sejumlah wilayah di Filipina pada akhir pekan lalu. Hujan deras dan gelombang tinggi melanda daerah pesisir setelah badai yang terbentuk di Samudra Pasifik bagian barat itu mendarat di wilayah Gubat, ujung selatan Pulau Luzon.

Meski kecepatan anginnya tidak termasuk kategori kuat, dampaknya terasa luas. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 27.000 warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di daratan.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (21/10/2025), badan meteorologi Filipina (Pagasa) memperingatkan potensi gelombang laut hingga dua meter dan risiko banjir pesisir tingkat sedang di sejumlah provinsi. Hujan tanpa henti selama dua hari menyebabkan aliran sungai meluap dan sejumlah kawasan terendam air.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, China Bangun RS 1.500 Kamar dalam 5 Hari

“Badai Fengshen memang bukan topan kategori besar, tetapi curah hujan ekstrem membuat situasi memburuk,” ujar pernyataan resmi Pagasa.

Dari Provinsi Albay, wilayah yang terdampak paling parah, ribuan warga dievakuasi ke pusat penampungan darurat. Pemerintah setempat mengevakuasi penduduk dari rumah-rumah di pesisir untuk menghindari ancaman gelombang pasang (storm surge).

Namun, meskipun langkah evakuasi cepat dilakukan, lima korban jiwa ditemukan di wilayah tersebut akibat tanah longsor dan arus banjir deras.

BACA JUGA:  Berdamai dengan COVID-19, Inggris Siapkan Vaksin Dosis Keempat!

Sementara itu, Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) melaporkan bahwa Fengshen masih membawa hujan lebat dan angin hingga 70 mil per jam (sekitar 112 km/jam). Sistem badai tersebut bergerak ke arah barat daya dan diperkirakan akan menguat ringan sebelum meninggalkan wilayah Filipina menuju perairan Vietnam.

Musim topan 2025 menjadi salah satu yang paling aktif dalam beberapa tahun terakhir di Asia Tenggara. Sebelumnya, Vietnam telah dilanda Topan Kajiki dan Bualoi pada Agustus dan September, yang juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.

BACA JUGA:  Singapura: Kami Tak Akan Biarkan Orang Seperti UAS Raih Pengikut di Sini

Kementerian Sosial Filipina telah menyiapkan bantuan darurat, termasuk makanan siap saji dan perlengkapan medis untuk para pengungsi. Sementara itu, tim penyelamat masih dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di daerah banjir dan melakukan pencarian korban hilang.

Bagi masyarakat pesisir, peringatan dini terus disiarkan melalui radio dan media sosial untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di jalur badai.

 

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk
Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh
Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia
267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai
Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim
AirFish Segera Layani Singapura–Batam, Transportasi Super Cepat Ini Ditargetkan Beroperasi Paruh Kedua 2026
Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H
Euromaritime Jadi Panggung Batam Menarik Investasi Maritim

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 06:51 WIB

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk

Jumat, 10 April 2026 - 06:12 WIB

Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh

Senin, 6 April 2026 - 05:55 WIB

Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:22 WIB

267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai

Senin, 9 Februari 2026 - 11:15 WIB

Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

Berita Terbaru