INIKEPRI.COM — Sebuah video berdurasi 1 menit 37 detik dari akun TikTok “Sesuap Nasi” mendadak viral dan menjadi perbincangan publik di Kepulauan Riau.
Video itu memperlihatkan aksi sejumlah pekerja di depan kantor SEPCO Manpower, di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Galang Batang, Kabupaten Bintan.
Dalam unggahannya yang diposting hari ini, Rabu, 12 November 2025, pengunggah menuliskan bahwa kejadian dalam video tersebut terjadi pada Senin, 10 November 2025.
Isi Keterangan Video “Sesuap Nasi”
Dalam video yang diunggah, Sesuap Nasi menulis panjang keterangan yang menohok, disertai seruan terbuka kepada pihak berwenang.
Berikut isi lengkapnya sebagaimana tertulis dalam video yang diunggah:
“Assalamualaikum wr. wb. Izin min posting, mohon dibantu up videonya atau di-share. Kejadian di PT BAI Galang Batang KIK Kepulauan Riau.
Saya ingin bertanya sedikit mengenai fungsi, tugas, dan amanat kepada pihak Disnaker Kepri dan jajarannya:
- Apakah subcon-subcon di PT BAI sudah teraudit?
- Apakah subcon-subcon di PT BAI sudah sesuai aturan Disnaker?
- Apakah subcon-subcon di dalam PT BAI layak beroperasi?
Pertanyaan ini merujuk pada:
- Jam kerja
- K3 kerja
- Hilangnya moral kita sebagai WNI (oleh TKA)
- Pembayaran gaji atau salary yang menunggak/mangkrak/telat.”
Ia melanjutkan dengan kritik keras terhadap kondisi pekerja lokal yang disebut makin terpinggirkan:
“Mungkin sebagian dari warga Kepri, baik domisili Kijang, Tanjungpinang, Kawal, dan lainnya, sudah merasakan tapi tak pernah berani speak up.
Postingan di Facebook pun selalu di-hold oleh admin-adminnya. Kenapa kalian takut? Bukankah kalian berdiri di tanah kelahiran kalian sendiri?”
Dalam bagian berikutnya, pengunggah menyoroti perbedaan mencolok antara upah tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja lokal (WNI):
“Yang lebih miris, perbedaan gaji yang sangat signifikan antara WNI dan TKA. Ada pihak menjawab, mereka digaji langsung ke China untuk keluarganya. Apakah kita tidak ingin digaji sama? Apakah kita tidak punya keluarga?”
Ia juga menyinggung pemotongan gaji oleh pihak subcon yang disebut di luar nalar:
“Yang paling miris lagi, potongan oleh under subcon atau pihak-pihak lain yang di luar nalar. Seandainya kalian tahu, sumpah, kalian lebih keji dari seorang pembunuh.”
Unggahan itu ditutup dengan nada getir dan sindiran keras:
“Masih banyak lagi penyimpangan di kawasan PT BAI (khususnya subcon). Tapi saya rasa ini cukup.
Jika postingan ini hilang, saya sangat kagum dengan para admin TikTok, karena hilangnya hati nurani kalian.”
Sorotan terhadap Fungsi Pengawasan Disnaker
Isi unggahan itu sekaligus menjadi seruan terbuka kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau agar melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh subcon di bawah PT BAI.
Pengunggah menilai, lemahnya pengawasan menyebabkan jam kerja berlebihan, pelanggaran K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), hingga keterlambatan gaji yang kerap dialami pekerja lokal.
Kritik itu mencerminkan keresahan lama di kawasan industri Bintan, di mana banyak tenaga kerja lokal merasa tersisih dalam proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.
Dihapus di Facebook, Justru Viral di TikTok
Dalam kolom keterangannya, Sesuap Nasi juga menulis bahwa ia sebelumnya sempat mengunggah keluhan serupa di grup Facebook komunitas Kepri, namun postingannya diturunkan oleh pihak admin grup.
“Sebelumnya saya sempat post di FB di grup Kepri, cuma ditakedown sama pihak yang mungkin merasa dirugikan,” tulisnya.
Namun begitu diunggah ke TikTok, video itu justru meledak secara viral.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 19 ribu kali, dan terus menuai komentar serta dukungan dari pengguna media sosial di Kepulauan Riau.
Reaksi Netizen
Ratusan komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar menyatakan dukungan terhadap keberanian pengunggah.
“bai emg rusak cok😂,” tulis @Baby R 😍❤.
“kita demo,, org kantor jawabnya cuman hal kecil,, klw hal kecil knp gk bayar selama 2 bulan bu😏😏😏,” komentar @Lina adonara bintan.
“alhamdulilah suami sya juga kerja di PT bai ,, slalu tepat waktu gajian nya,, tanggal 10 udah gajian ,,semangat ya bg ,, Tutut trus hak kalian bg,,,” timpal @mama boy_kiano.
“mudah2an pemkab bintan dan pemprov kepri terkhusus disnakernya cepat merespon,” tulis @Evan Kenzo.
“gak semua subcon begitu ya…Alhamdulillah suami ku dpt yg bagus and amanah… gajian tepat waktu💜,” komentar @Jårî KēLiñgkíñg J.M 🐣.
“kalau masalah gajih di subcon bai sudah dari dulu selalu bermasalah. kadan telat ya kadang mandor nya yg kabur bawa gajih anggota. belum jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan yg tidak ada,” timpal akun @Amir thoriq.
Desakan Audit dan Tanggapan yang Dinanti
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BAI maupun Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau belum memberikan tanggapan resmi atas video viral tersebut.
Publik kini mendesak agar Disnaker segera menurunkan tim audit dan memastikan semua subcon di bawah PT BAI, termasuk SEPCO Manpower, beroperasi sesuai aturan ketenagakerjaan nasional.
Jeritan di Tengah Gemuruh Industri
Aksi di depan kantor SEPCO Manpower pada Senin, 10 November 2025 itu, kini menjelma simbol keresahan para pekerja di Bintan.
Di balik gegap gempita investasi dan pabrik yang berdiri megah, masih ada suara kecil yang bergetar, suara mereka yang menuntut hak, bukan belas kasihan.
“Bukankah kalian berdiri di tanah kelahiran kalian sendiri?” tulis Sesuap Nasi dalam video yang kini bergema di Kepulauan Riau.
Penulis : IZ

















