INIKEPRI.COM – Whip Pink kembali menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Produk yang sejatinya digunakan di dunia kuliner ini menimbulkan kekhawatiran serius dari sisi kesehatan akibat praktik penyalahgunaan yang kian marak.
Whip Pink adalah tabung berisi gas nitrous oxide (N₂O) yang umum dipakai dalam industri makanan untuk membantu pembuatan whipped cream agar mengembang cepat dan bertekstur halus. Gas ini tergolong food grade dan aman bila digunakan sesuai peruntukannya.
Dalam dunia medis, nitrous oxide dikenal sebagai anestesi ringan dengan dosis terukur dan pengawasan ketat tenaga kesehatan. Namun, penggunaan di luar pengawasan medis, terutama dengan cara dihirup langsung, menimbulkan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.
Secara medis, menghirup nitrous oxide dapat mengurangi suplai oksigen ke otak dan jaringan tubuh. Dampak awal yang sering muncul antara lain pusing, mual, kebingungan, hingga sesak napas. Pada kondisi tertentu, efek ini dapat berkembang menjadi kehilangan kesadaran dan meningkatkan risiko cedera.
Para ahli juga mengingatkan bahwa penggunaan berulang nitrous oxide dapat mengganggu metabolisme vitamin B12, nutrisi penting bagi fungsi saraf dan pembentukan sel darah. Kekurangan vitamin B12 berisiko memicu gangguan saraf, kesemutan berkepanjangan, gangguan koordinasi, hingga penurunan fungsi kognitif.
Dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide dikaitkan dengan kerusakan sistem saraf, gangguan motorik, dan masalah kesehatan serius lainnya. Risiko semakin besar bila digunakan tanpa kontrol dosis atau dikombinasikan dengan zat lain.
Isu kesehatan ini mencuat setelah beredarnya kabar meninggalnya seorang figur publik yang dikaitkan dengan tren penggunaan gas tersebut. Meski aparat belum memastikan hubungan langsung, kalangan medis menilai fenomena ini sebagai peringatan penting tentang bahaya penyalahgunaan zat non-medis.
Perlu ditegaskan, nitrous oxide bukan narkotika dan tidak dilarang bila digunakan sesuai fungsi. Namun, penyalahgunaannya jelas membahayakan kesehatan dan berpotensi mengancam nyawa.
Edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat terutama generasi muda memahami bahwa produk kuliner seperti Whip Pink bukan untuk dihirup, dan penggunaannya di luar peruntukan dapat menimbulkan dampak medis serius.
Penulis : DI
Editor : IZ

















