INIKEPRI.COM – Upaya memperkuat iklim investasi di Batam kembali mendapat pengakuan. Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menerima penghargaan kolaborasi investasi tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BP Batam.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Batam yang juga Ex Officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, serta disaksikan oleh Wali Kota Batam yang juga Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Momen ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan investasi.
Dalam keterangannya, Kamaluddin menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun sinergi yang lebih solid. Kami di DPRD akan terus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pembangunan Kota Batam,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi yang erat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan.
“Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, berbagai tantangan pembangunan dapat kita hadapi bersama. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Batam yang semakin maju dan kompetitif,” tambahnya.
Selain Ketua DPRD Batam, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta lembaga dan instansi lainnya yang dinilai berkontribusi aktif dalam mendorong investasi di Batam.
Sementara itu, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Batam sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terus mempercayai Batam. Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, peningkatan pelayanan, dan perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia mengungkapkan, capaian ekonomi Batam sepanjang 2025 menunjukkan tren positif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikatornya adalah penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan.
“Angka kemiskinan berhasil turun dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 3,8 persen di 2025. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan investasi harus berjalan seiring dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Ketika investasi tumbuh dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat, itu menandakan bahwa arah pembangunan yang kita jalankan sudah berada di jalur yang tepat,” tutupnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi penegas bahwa kolaborasi antar lembaga di Batam terus berjalan kuat, sebagai fondasi dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















