INIKEPRI.COM – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, mencatat progres pembangunan tertinggi dibandingkan proyek serupa di daerah lain di Indonesia.
Hal itu terungkap saat tim Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan peninjauan lapangan guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.
Dari total 35 lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah berjalan secara nasional, progres pembangunan di Natuna dinilai paling menonjol.
Hingga saat ini, capaian fisik proyek di lokasi tersebut telah mencapai 60,6 persen.
Konsultan pengawas perorangan proyek, Yogi, mengatakan progres pembangunan di Desa Cemaga Utara menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh titik proyek sejenis di Indonesia.
“Saat ini progres pembangunan di Natuna tercatat paling tinggi dibandingkan lokasi lainnya. Capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, didukung perencanaan yang matang serta pengawasan yang konsisten selama pelaksanaan proyek,” ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat yang mulai dilaksanakan sejak 2025.
Sebelumnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan pembangunan kawasan tersebut bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai langkah transformasi kawasan pesisir menjadi lebih tertata, bersih, modern, dan produktif.
“Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menyeluruh dalam mentransformasi kawasan pesisir agar lebih tertata, bersih, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” kata Cen Sui Lan.
Pemerintah menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna dapat rampung pada 2026.
Keberadaan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di wilayah perbatasan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















