INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya menjadikan Tanjung Banon sebagai kawasan pengembangan baru yang terintegrasi dengan ekosistem industri dan investasi Batam, sekaligus menjadi bagian penting dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa kawasan Tanjung Banon tidak hanya dipersiapkan sebagai lokasi program transmigrasi, tetapi juga masuk dalam pengembangan kawasan strategis Rempang–Galang melalui proyek Rempang Eco City.
“Kawasan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/4).
Menurut Amsakar, pengembangan kawasan tersebut dirancang selaras dengan karakter Batam sebagai pusat perdagangan, industri, pariwisata, galangan kapal, serta logistik.
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan di Tanjung Banon sangat ditentukan oleh efektivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kami mentransformasikan kebijakan kepada masyarakat agar kondisi di lapangan tetap kondusif dan dapat diterima dengan baik,” katanya.
Amsakar menambahkan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga partisipatif, sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan.
Dalam konteks program transmigrasi, Tanjung Banon diproyeksikan menjadi embrio ekosistem ekonomi baru yang inklusif. Pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari kepastian kepemilikan lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, hingga bantuan kebutuhan dasar pada tahap awal.
Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas terintegrasi guna mendukung akses layanan publik.
Untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, pemerintah turut menyiapkan penguatan sektor produktif.
Di sektor perikanan, pembangunan dermaga oleh pemerintah pusat diharapkan mampu menunjang aktivitas nelayan. Sementara itu, penyediaan fasilitas bahan bakar melalui SPBU akan mendukung operasional di lapangan.
Adapun di sektor pertanian, keterbatasan lahan akan diatasi melalui pengembangan konsep food estate yang memungkinkan sistem produksi lebih modern dan terintegrasi.
Amsakar optimistis, dengan perencanaan matang dan dukungan infrastruktur, Tanjung Banon akan berkembang menjadi kawasan strategis yang mampu menarik investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat Tanjung Banon tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dalam ekosistem ekonomi baru yang sedang dibangun,” tegasnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















