Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan

- Publisher

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadiala. Foto: Istimewa

Menteri ESDM Bahlil Lahadiala. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harga LPG nonsubsidi mengalami penyesuaian.

Kepastian tersebut disampaikan sebagai respons atas dinamika harga energi global, sekaligus menjamin ketersediaan stok nasional tetap aman.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Senin (20/4).

Menurutnya, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga LPG 3 kg, sebagaimana kebijakan pada bahan bakar minyak bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

BACA JUGA:  Tiga Tahun OSS Berbasis Risiko, 10 Juta NIB telah Diterbitkan

Bahlil juga mencatat, sejak program konversi LPG dimulai pada 2007, pemerintah tidak pernah menaikkan harga LPG bersubsidi tersebut.

Namun demikian, ia mengakui masih terjadi fluktuasi harga di tingkat lapangan akibat praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan.

“Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” tegasnya.

BACA JUGA:  Indonesia Berupaya Gabung BRICS Plus untuk Perkuat Posisi dalam Ekonomi Global

Terkait distribusi, pemerintah turut mengevaluasi kebijakan penghapusan pengecer pada Februari 2025 yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah daerah.

Sebagai solusi, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk mendaftar secara resmi sebagai subpangkalan. Langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga di tingkat pengecer sekaligus memastikan distribusi tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Sementara itu, untuk LPG nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga sejak 18 April 2026.

BACA JUGA:  Bahlil Pimpin Rakor Percepatan Pembangunan Kawasan Pulau Rempang, Batam

Harga LPG 12 kg naik sebesar 18,75 persen menjadi Rp228.000 per tabung. Sedangkan LPG 5,5 kg mengalami kenaikan 18,89 persen menjadi Rp107.000 per tabung untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Bahlil menjelaskan, harga LPG nonsubsidi bersifat fleksibel mengikuti mekanisme pasar internasional, khususnya mengacu pada harga acuan dari Saudi Aramco.

“Kan ada formulasinya. Jadi, kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” pungkasnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis
Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas
AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap
Menkeu: Perekonomian Indonesia tidak Suram
Kabar Baik! Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Batam–Bintan–Karimun Jadi Basis Industri

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:30 WIB

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan

Jumat, 17 April 2026 - 13:13 WIB

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas

Rabu, 8 April 2026 - 16:10 WIB

AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

Kamis, 2 April 2026 - 20:40 WIB

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Berita Terbaru