Tiga Tahap Menuju Kenormalan Baru Akibat Corona

- Publisher

Jumat, 15 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Munculnya pandemi virus corona baru atau COVID-19 memang membuat segalanya berubah. Banyak kebiasaan yang dulunya sering dilakukan banyak orang kini menjadi hal yang dihindari, seperti berdekat-dekatan. Sebaliknya, hal yang dulunya jarang kini menjadi sangat populer seperti belajar online atau meeting online.

Namun, situasi yang berubah ini mau tidak mau harus kita terima dan beradaptasi dengan kenormalan baru. Dilansir dari Antaranews.com, Dokter spesialis kedokteran jiwa Leonardi Goenawan mengatakan, ada beberapa tahap kondisi perilaku individu ketika masa pandemi COVID-19.

BACA JUGA:  Bupati Anambas Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Dalam Peringatan HUT RI ke-75 di Masa Pandemi

Tahap pertama, Disrupsi

Tahap ini, orang-orang mulai khawatir. Seseorang akan mengalami perubahan pola hidup dan perubahan rutinitas sehari-hari. Rutinitas yang biasa dilakukan di luar terpaksa harus dikerjakan di rumah. Ditambah lagi dengan informasi hoax yang beredar membuat hidup semakin mencekam.

“Tidak sedikit yang mengalami kecemasan tinggi karena khawatir tertular, sulit konsentrasi, yang kemudian diikuti oleh perubahan pola makan dan pola tidur,” katanya dalam siaran pers. Di tahap ini penyakit kronis mulai kembali tak stabil, termasuk gangguan psikis yang sebelumnya pernah dialami.

BACA JUGA:  India Bawa Kabar Baik! Vaksin Corona Siap di Uji

Kedua, Kebingungan Dalam Ketidakpastian

Menurut Leonardi, pada tahap ini individu akan merasa lelah secara mental. Itu terjadi karena ketidakpastian kapan pandemi berakhir dan sumber penghasilan yang menurun. Kualitas hidup pun ikut terpengaruh, begitu juga daya beli. Barang-barang menjadi sulit didapat. Rencana sederhana yang dulu bisa dilakukan kini hanya menjadi angan-angan.

“Situasi kecemasan ini dapat meningkatkan konsumsi rokok, alkohol, dan penyalahgunaan obat yang mungkin pada awalnya dimaksudkan untuk meringankan beban pikiran,” tutur pria yang bekerja di RS Pondok Indah Bintaro Jaya ini.

BACA JUGA:  WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah

Tahap Ketiga, Mulai Menerima Kondisi

Jika tahap kedua sudah dilampaui, seseorang akan bisa menerima kondisi dan terbiasa dengan pola hidup sekarang. Berkegiatan #DiRumahAja menjadi hal wajar. Namun di tahap ini, seseorang menjadi selektif dalam berbelanja dan memanfaatkan teknologi guna memenuhi kebutuhan, meski tanpa ke luar rumah.

Aktivitas untuk menjaga kesehatan juga dilakukan meski di dalam rumah. Orang-orang mulai mengoptimalkan teknologi untuk bekerja atau belajar secara virtual. Di tahap ini pula, rasa senasib dan kebersamaan juga timbul.

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru