INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan strategi baru agar wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Batam tidak hanya singgah, tetapi juga menginap dan berbelanja di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan selama ini Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan asing dari berbagai negara. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak optimal bagi perekonomian Tanjungpinang.
“Sebagian besar wisman hanya melakukan perjalanan singkat. Karena itu, kami akan mengembangkan paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di Batam, Tanjungpinang, hingga Bintan agar wisatawan singgah dan menginap di sini,” ujar Nazri, Minggu (10/5/2026).
Strategi tersebut disiapkan menjelang musim libur sekolah di Malaysia yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau.
Pulau Penyengat Jadi Andalan
Salah satu destinasi unggulan yang diandalkan adalah Pulau Penyengat, kawasan wisata sejarah dan budaya Melayu yang selama ini menjadi ikon pariwisata Tanjungpinang.
Menurut Nazri, peningkatan lama tinggal wisatawan akan memberikan efek berantai bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dengan paket wisata terpadu, kami berharap ada wisatawan yang menginap di Tanjungpinang, minimal satu malam,” katanya.
Benahi Layanan Wisata
Selain menyiapkan paket wisata, Disbudpar Tanjungpinang juga terus melakukan pembenahan kualitas layanan di Pulau Penyengat.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan jaket pelampung di transportasi pompong, penampilan penarik becak motor, hingga keterbukaan daftar harga makanan di tempat kuliner.
“Kesiapan Pulau Penyengat dalam menghadapi libur sekolah negara tetangga pada prinsipnya sudah cukup memadai,” ujar Nazri.
Perkuat Kolaborasi Promosi
Untuk memperkuat promosi dan kerja sama, Disbudpar Tanjungpinang juga berencana menggelar family trip (famtrip) serta audiensi dengan asosiasi dan pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang.
Langkah ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi antardaerah sehingga wisatawan yang datang ke Kepulauan Riau tidak hanya berkunjung sebentar, tetapi tinggal lebih lama dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















