INIKEPRI.COM – Di tengah ketatnya persaingan bisnis perhotelan di Kota Batam, MaxOne Hotel Batam tampaknya tak ingin sekadar menjadi tempat orang datang, tidur, lalu pulang.
Baru menginjak usia enam bulan sejak resmi beroperasi pada 12 Desember 2025 lalu, hotel bintang tiga yang berdiri di kawasan Kampung Pelita, Lubuk Baja itu mulai membangun identitas yang lebih luas. Tak hanya menjual kamar, MaxOne Batam perlahan membentuk dirinya sebagai ruang berkumpul, menikmati kuliner, hingga tempat lahirnya berbagai kolaborasi.
Tren industri hospitality yang terus berubah membuat hotel masa kini dituntut menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Tak lagi sekadar menyediakan tempat bermalam, tetapi juga menghadirkan suasana yang membuat orang ingin kembali.
Hal itu pula yang sedang dibangun MaxOne Batam.
General Manager MaxOne Hotel Batam, Dian Anggraini, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin menjadikan hotel sebagai tempat yang hidup, bukan sekadar bangunan dengan deretan kamar.
“Harapannya lebih ramai, lebih banyak kolaborasi, dan lebih banyak tamu yang datang. Jadi bukan hanya menginap, tetapi juga menikmati makanan, karaoke, meeting, atau aktivitas lainnya yang bisa kita kolaborasikan bersama,” ujar Dian saat Media Gathering bersama sejumlah wartawan di 1.1° Dining & Lounge Restaurant, Jumat (19/6/2026) malam.
Berada di Jalan Sriwijaya, Komplek Puri Buana, Kampung Pelita, MaxOne Batam saat ini memiliki 102 kamar yang terdiri dari Deluxe Room dan Suite Room. Khusus tipe suite, ruang yang lebih luas lengkap dengan area keluarga menjadi pilihan bagi tamu yang datang bersama pasangan maupun keluarga.
Memasuki usia setengah tahun operasional, manajemen pun memberikan penawaran harga yang lebih bersahabat. Dari tarif normal yang berada di kisaran Rp800 ribuan, kini kamar dapat dinikmati dengan harga mulai Rp680 ribu hingga Rp690 ribu net per malam, lengkap dengan sarapan untuk dua orang.
Namun, yang ingin dijual MaxOne Batam ternyata lebih dari sekadar harga.
Hotel yang telah dimodernisasi tersebut mulai menghadirkan pengalaman yang membuat tamu merasa lebih santai dan akrab. Salah satunya melalui fasilitas karaoke yang bisa digunakan tanpa biaya tambahan.
Di sisi lain, urusan perut juga tak luput dari perhatian. Menu iga bakar yang dihadirkan menjadi salah satu sajian yang paling banyak diburu pengunjung.
“Di MaxOne Batam, kami menyediakan tempat khusus untuk berkaraoke yang bisa diakses gratis oleh tamu. Untuk urusan kuliner, saat ini kami punya menu andalan iga bakar yang sangat diminati,” kata Dian.
Ke depan, MaxOne Batam juga ingin semakin memperkuat sentuhan lokal. Sebuah langkah yang diyakini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang ke Batam.
Menu-menu bercita rasa Melayu Peranakan kini tengah dipersiapkan dan dijadwalkan mulai diperkenalkan dalam waktu dekat.
“Kearifan lokal kita kan Melayu. Jadi menu-menu Peranakan itu kemungkinan bulan depan akan kami perkenalkan,” ungkapnya.
Tak hanya membidik wisatawan dan pebisnis, MaxOne Batam juga mulai melihat peluang dari berkembangnya tren gaya hidup masyarakat perkotaan yang membutuhkan ruang untuk berkumpul dan merayakan momen-momen spesial.
Saat ini, hotel tersebut memiliki lima ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat perusahaan, gathering komunitas, hingga acara keluarga.
Bahkan, pasar intimate wedding dan prosesi adat Tionghoa seperti Sanjit menjadi segmen yang mulai dilirik seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap acara yang lebih hangat dan eksklusif.
Sejumlah fasilitas baru pun tengah disiapkan. Layanan spa dan area rooftop berkapasitas sekitar 200 orang menjadi proyek berikutnya yang sedang digarap.
Jika rampung nanti, rooftop tersebut diproyeksikan menjadi salah satu ruang favorit baru untuk menikmati malam Kota Batam, tempat berkumpul komunitas, hingga menggelar pesta privat dengan suasana yang lebih intim.
Langkah-langkah yang dilakukan itu menunjukkan satu hal: MaxOne Batam ingin menjadi lebih dari sekadar hotel.
Ia ingin menjadi tempat orang datang bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga untuk menikmati makanan, bertemu sahabat, mengadakan acara, atau sekadar menghabiskan waktu menikmati suasana kota.
“Kami berharap MaxOne Batam Hotel bisa semakin ramai dan menjadi pilihan utama. Lewat kolaborasi yang erat dengan media dan berbagai pihak, kami optimis industri perhotelan di Batam akan terus tumbuh positif,” pungkas Dian.
Di usia yang masih seumur jagung, MaxOne Batam memang masih terus bertumbuh. Namun satu hal yang mulai terlihat jelas, hotel ini sedang membangun dirinya menjadi bagian dari denyut gaya hidup baru di Kota Batam.
Penulis : IZ

















