Lontong Vs Ketupat, Manakah yang Lebih Baik Bagi Kesehatan Tubuh?

- Publisher

Minggu, 24 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Lontong dan ketupat sudah menjadi makanan khas lebaran yang sulit untuk dilewatkan.

Biasanya kedua makanan tesebut akan semakin nikmat ketika disantap bersamaan dengan menu khas lebaran lainnya seperti opor ayam, rendang, semur, maupun sambel ati kentang.

Meski lontong dan beras berasal dari bahan dasar yang sama, yakni beras, tetapi citarasa dan tekstur keduanya berbeda-beda.

Alhasil kedua makanan sumber kalori dan karbohidrat tersebut juga memiliki penggemarnya masing-masing.

Namun terlepas dari itu, jika dilihat dari sisi medis manakah dari kedua makanan tersebut yang lebih baik untuk kesehatan? lontong atau ketupat?

Melansir Buku Ajar Gizi dan Diet (2018) oleh Pipit Festi W, kandungan kalori pada ketupat dan lontong ternyata cukup berbeda satu sama lain.

Dimana kandungan gizi ketupat pada ketupat dengan berat 160 gram, tercatat hanya mengandung kalori sebanyak 32 kkal.

BACA JUGA:  Masyarakat Diminta Tetap Waspada terhadap COVID-19 Subvarian Arcturus

Pada 160 gram ketupat juga mengandung protein 2,24 gram, lemak 0,112 gram, dan karbohidrat 43,2 gram.

Sementara itu, kandungan gizi lontong dengan berat 200 gram, terhitung hanya mengandung kalori sebanyak 38 kkal.

Pada 200 gram lontong, juga mengandung protein 5,44 gram, lemak 1,64 gram, dan karbohidrat 62,12 gram.

Sehingga bisa dikatakan baik itu lontong maupun ketupat sebenarnya sama-sama bermanfaat untuk pasokan energi tubuh dan boleh-boleh saja dikonsumsi sebagai makanan pokok saat menyambut Lebaran.

Jika dilihat dari kandungan kalorinya juga, konsumsi ketupat dan lontong cenderung lebih sehat dibandingkan nasi putih, terlebih bagi mereka yang tengah berupaya menjaga berat badan.

Meski demikian, konsumsi ketupat dan lontong ini juga tak boleh dilakukan sembarangan.

BACA JUGA:  Ilmuwan Bongkar Rahasia Orang yang Tak Pernah Kena COVID-19

Mengonsumsi ketupat dan lontong secara berlebihan sama juga membuat tubuh memperoleh asupan kalori dalam jumlah banyak.

Padahal, seperti diketahui, mengonsumsi makanan berkalori secara berlebihan dapat membuat seseorang berisiko terkena penyakit obesitas hingga memicu datangnya stroke, penyakit jantung, dan kanker.

Meski demikian, ada hal yang lebih patut diwaspadai dalam pola makan saat tiba Lebaran, yakni terkait konsumsi lauk atau makanan penyertanya.

Pasalnya, menu makanan khas Lebaran, seperti opor, rendang, maupun sambal goreng hati ayam cenderung mengandung tinggi lemak dan kolesterol.

Melansir buku Aroma Rasa Kuliner Indonesia: Menu Komplet Hidangan Ketupat & Lontong (2011) oleh Lilly T Erwin, dalam menu opor yang dibuat dengan 200 gram daging ayam dan 200 ml santan saja, tercatat mengandung lebih kurang kolesterol 132,0 mg dan lemak 9 gram.

BACA JUGA:  Waspada! Orang yang Terinfeksi Covid19, Bisa Terkena Lagi

Sementara itu, rendang yang dibuat dengan 500 gram daging sapi dan 600 ml santan kental, mengandung kolesterol 315,0 mg dan lemak 54,7 gram.

Adapun sambal goreng hati ayam yang dibuat dengan 750 gram hati ayam, 500 gram udang kupas sedang, dan 750 ml santan, tercatat mengandung kolesterol 4.801,6 mg dan lemak 151,3 gram.

Bagi seseorang yang punya kolesterol tinggi, asupan lemak dan kolesterol dari makanan tersebut tentu patut diwaspadai karena berisiko memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Untuk itu, agar lontong dan ketupat yang dikonsumsi bermanfaat baik bagi kita kesehatan tubuh, perlu kiranya kita mengontrol pendamping kedua makanan tersebut terutama yang memiliki asupan lemak dan kolesterolnya yang tinggi.

Grid

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru