INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat upaya percepatan penanganan stunting sekaligus mendorong pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting serta Percepatan Program CKG itu digelar secara virtual dari Ruang Zoom Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bapperida Kabupaten Natuna. Hadir pula secara daring para pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, Ketua TP Posyandu kecamatan, kelurahan, desa, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Rakor tersebut menjadi tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah.
Dalam arahannya, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat di tingkat paling bawah.
“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, kecamatan, desa, Posyandu, tenaga kesehatan hingga seluruh elemen yang terlibat harus bergerak dalam satu langkah agar intervensi yang dilakukan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Cen Sui Lan.
Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar setiap program pemerintah berjalan efektif, terutama di wilayah kepulauan seperti Natuna yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Selain fokus pada percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Natuna juga terus mendorong pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga berbagai risiko penyakit dapat dideteksi lebih dini.
Menurut Cen Sui Lan, pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat agar masyarakat tidak hanya datang berobat ketika sakit, tetapi mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini.
Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kader Posyandu memperkuat koordinasi agar pelayanan kesehatan mampu menjangkau seluruh masyarakat secara merata.
Sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program, Pemkab Natuna juga akan menerapkan evaluasi secara berkala.
Bupati menegaskan perkembangan pelaksanaan intervensi stunting maupun Program CKG akan dipantau setiap pekan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur capaian di masing-masing wilayah sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang membutuhkan penyelesaian segera.
Melalui pemantauan rutin tersebut, pemerintah berharap setiap kecamatan, kelurahan, dan desa dapat terus meningkatkan capaian program sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Cen Sui Lan optimistis sinergi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Natuna secara berkelanjutan.
“Koordinasi yang baik akan membuat setiap program berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat. Itu yang terus kita dorong agar kualitas kesehatan masyarakat Natuna semakin baik dari waktu ke waktu,” tutupnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















