Pandemi Corona Diklaim Tak Mampu Kembalikan Kehidupan Normal Seperti Sedia Kala

- Publisher

Senin, 25 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, bahwa situasi yang sedang dihadapi belum normal.

Yurianto menjelaskan, seluruh dunia sudah mengakui ini bahwa manusia di seluruh dunia ini tidak bisa kembali ke kondisi normal seperti jaman dulu lagi sebelum ada pandemi COVID-19.

“Kita harus membuat paradigma baru, kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita menuju ke kebiasaan yang baru,” ujar Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (24/05).

Kendati diharuskan hidup normal dengan cara baru, produktifitas masyarakat tidak boleh mundur setapak pun.

BACA JUGA:  Murah Banget! 'Pertamax Plus' di Negara Ini Cuma Rp300/Liter

Namun, produktifitas masyarakat tersebut harus dibarengi dengan mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemeritah agar aman dari Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut merupakan strategi untuk mengubah cara hidup masyarakat.
“Inilah strategi yang harus kita lakukan dengan cara mengubah cara hidup kita masing-masing,” terang dia.

Ia hanya mengimbau masyarakat agar jangan sampai tertular Covid-19.

“Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah menjaga jangan sampai terinfeksi. Menjaga jangan sampai tertular penyakit ini,” ujar Yurianto.

Hingga saat ini, lanjutnya, para ahli di seluruh dunia masih bekerja keras untuk betul-betul bisa memahami tentang Covid-19.

BACA JUGA:  Sedih! Wakil Bupati Way Kanan Meninggal Dunia karena Corona

Tujuannya agar bisa menemukan obat yang terpilih dan vaksin yang bisa digunakan untuk memunculkan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Oleh karenanya, pencegahan penularan menjadi sangat penting. Salah satu upaya pencegahan yakni dengan memahami benar bagaimana cara penularan Covid-19.

“Lalu siapa yang bisa menularkan dan bagaimana caranya menularkan, ini yang paling harus kita pahami. Sehingga nantinya kita bisa menerapkan upaya new normal untuk memutus pencegahan Covid-19,” tegas Yuri.

Upaya new normal yang dimaksud antara lain dengan mencuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir, memakai masker jika berada di luar rumah, menjaga jarak dalam komunikasi sosial, tidak berkerumun dan membuat kerumuman di tempat umum dan sebagainya.

BACA JUGA:  Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Dunia karena Corona

Pemerintah telah memeriksa 248.555 spesimen terkait Covid-19 per Minggu (24/05). Dengan pemeriksaan itu, jumlah kasus positif corona bertambah 526 orang sehingga totalnya 22.271.

Pemeriksaan spesimen menggunakan real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Setelah mengetahui hasil tes, pemerintah memastikan akan melaksanakan tracing kasus secara agresif sebagai bagian penyelidikan epidemologi. Muara dari ini yakni isolasi yang ketat.

Hops

Berita Terkait

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Berita Terbaru