INIKEPRI.COM – Matahari mulai condong ketika rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna memasuki bagian terakhir, Senin (17/8/2026) sore.
Di Alun-alun Pantai Piwang, Ranai, suasana berubah khidmat saat prosesi penurunan Sang Merah Putih dimulai. Bupati Natuna Cen Sui Lan bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam prosesi yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Tidak ada hiruk-pikuk ketika bendera perlahan diturunkan dari tiangnya. Peserta upacara berdiri tegap dan memberikan penghormatan, mengiringi berakhirnya rangkaian peringatan kemerdekaan di salah satu kawasan terdepan Indonesia tersebut.
Cen Sui Lan memimpin langsung prosesi bersama Wakil Bupati Natuna Jarmin, S.E., Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto, S.E., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto M., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP, Dandim 0318/Natuna Kolonel Inf Ruruh Sejati, Danyon Komposit I/Garda Pati Letkol Inf Reymond Hermawan Sitanggang, S.Sos., serta Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla.
Upacara juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat hingga para orang tua anggota Paskibraka.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan keterlibatan bersama dalam menjaga dan merawat semangat kebangsaan di Kabupaten Natuna yang berada di kawasan perbatasan Indonesia.
33 Paskibraka Tuntaskan Amanah
Bagian penting dari prosesi sore itu berada di pundak 33 anggota Paskibraka Kabupaten Natuna Tahun 2026.
Para pelajar pilihan tersebut kembali menjalankan tugas setelah sebelumnya dipercaya dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada pagi hari.
Dalam penurunan bendera, Wynnie Khallifa Chusnaawiyath dari SMAN 1 Bunguran Timur bertugas sebagai pembawa baki.
Tugas sebagai pelipat bendera dijalankan Muhammad Zhaozan Al-Arief dari SMAN 1 Bunguran Tengah.

Sementara Rhevan Aprilyando bertugas sebagai penggerek bendera dan Ahmad Zaki Natanegara sebagai pengulur bendera. Keduanya merupakan pelajar SMAN 1 Bunguran Timur.
Setiap gerakan dilakukan secara terukur dan penuh konsentrasi. Bagi para pelajar tersebut, tugas Paskibraka bukan hanya bagian dari sebuah seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membentuk kedisiplinan, tanggung jawab dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Prosesi penurunan diawali dengan persiapan pasukan dan masuknya Inspektur Upacara. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara.
Suasana semakin hening ketika mengheningkan cipta dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Arhanud Erikson Sinurat, sedangkan Perwira Upacara dijabat Letda Armed Derry Ramadhan, S.Tr.(Han).
Setelah seluruh tahapan dilaksanakan, Sang Merah Putih akhirnya diturunkan dan diserahkan melalui prosesi yang berlangsung tertib.
Tepat sekitar pukul 17.00 WIB, upacara berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Bendera Turun, Semangat Tak Boleh Padam
Bagi Natuna, prosesi penurunan bendera memiliki makna yang melampaui berakhirnya sebuah upacara.
Natuna merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berada di kawasan perbatasan. Karena itu, semangat kebangsaan tidak hanya hadir dalam momentum seremoni, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Penurunan bendera menandai berakhirnya tugas Paskibraka dan berakhirnya rangkaian upacara pada hari itu. Namun, nilai yang dibawa dari prosesi tersebut tetap menjadi pesan bagi seluruh masyarakat.
Merah Putih mungkin kembali disimpan setelah upacara selesai. Tetapi penghormatan terhadap bangsa, persatuan dan semangat membangun daerah tidak ikut diturunkan bersama bendera.
Dari Pantai Piwang, ketika senja mulai turun di ufuk Natuna, peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia ditutup dengan satu pesan sederhana: bendera boleh turun dari tiang, tetapi semangat menjaga Indonesia harus tetap berkibar.
Penulis : IZ

















