APBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
INIKEPRI.COM – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Untuk mendukung sasaran tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirancang dengan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun, pendapatan Rp3.426 triliun, serta defisit sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Arah kebijakan fiskal itu disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam forum bertajuk *Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta-Cita* di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, APBN diarahkan tidak hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing nasional.
Target pertumbuhan 6 persen tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
Suahasil menegaskan, kebijakan fiskal harus mampu menjaga kesehatan keuangan negara sekaligus memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi.
“Disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama,” ujarnya.
MBG Jangkau 56,99 Juta Penerima
Dalam refleksi dua tahun pemerintahan, dukungan APBN terhadap program prioritas antara lain terlihat pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat.
Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah mencatat jangkauan sebanyak 56,99 juta penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026. Pemerintah juga menjalankan perluasan Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta digitalisasi pembelajaran.
Di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 70,3 juta penduduk sepanjang 2025. Hingga September 2026, jumlah penduduk yang dijangkau program tersebut tercatat mencapai 99,1 juta orang.
Pemerintah juga mengalokasikan dukungan untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah.
Menurut Suahasil, anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar tercermin dalam besarnya angka belanja.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan negara” diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, kata Suahasil.
Investasi dan Lapangan Kerja Jadi Prioritas
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, pemerintah akan mengarahkan kebijakan fiskal pada penguatan investasi, peningkatan aktivitas produksi, ekspor, penciptaan lapangan kerja formal, serta pengembangan daya saing ekonomi nasional.
Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah. Sinergi dengan sektor swasta dan Danantara juga akan diperkuat untuk mendorong investasi, memperluas kapasitas produksi, serta mempercepat hilirisasi.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi perlu dipacu hingga sekitar 7 persen untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Di tengah agenda tersebut, pemerintah menyatakan akan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan fiskal. Perekonomian Indonesia disebut masih tumbuh di kisaran 5 persen, sementara reformasi fiskal dan sektor keuangan terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ekonomi ilegal juga menjadi bagian dari upaya melindungi penerimaan negara dan menjaga aktivitas ekonomi yang sehat.
**Belanja Negara Capai Rp4.097 Triliun**
Dalam rancangan APBN 2027 yang dipaparkan, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menghasilkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB. Postur ini dirancang untuk menyediakan ruang pembiayaan bagi program pembangunan dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
Suahasil menyebut APBN harus tetap kredibel dan sehat, tetapi pada saat yang sama mampu memberi dorongan yang cukup kuat bagi perekonomian.
Pemerintah berharap kombinasi belanja produktif, investasi, penguatan industri, dan penciptaan lapangan kerja dapat menjadi pendorong pertumbuhan pada tahun mendatang.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pun menjadi pijakan bagi agenda pembangunan berikutnya. Tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan program dan belanja negara memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Dengan target pertumbuhan 6 persen pada 2027, efektivitas penggunaan anggaran, kualitas investasi, dan kemampuan menciptakan lapangan kerja akan menjadi faktor penting dalam mengukur pencapaian kebijakan tersebut.
Penulis : DI
Editor : IZ

















