Bikin Geger, Buku Terbitan Tahun 1981 Diklaim Sudah Prediksi Virus Corona

- Admin

Selasa, 18 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Sebuah buku yang diterbitkan pada 1981 menggegerkan publik, karena dinilai sudah meramalkan adanya wabah virus corona yang bersumber di China.

Pasalnya, dalam buku tersebut, tertera tertulisan nama virus yang hampir sama dengan virus corona.

Dialihbahasakan dari South China Morning Post, Senin (17/2/2020), buku tersebut berjudul The Eyes of Darkness yang dikarang oleh seorang penulis asal Amerika Dean Koontz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buku tersebut mengisahkan tentang laboratorium China yang menciptakan sebuah virus sebagai senjata biologis.

Virus tersebut diberi nama Wuhan-400  merujuk kota Wuhan, China, sebagai episentrum penyebaran Covid-19, nama resmi virus corona.

Dalam buku tersebut, Dean Koontz menceritakan seorang ibu bernama Christina Evans sedang melakukan perjalanan untuk mencari tahu kondisi putranya, Danny. Danny sedang mengikuti acara berkemah namun tidak ada kabar.

Christina berhasil melacak keberadaan sang anak di fasilitas militer. Danny ditahan secara tak sengaja lantaran terinfeksi mikroorganisme buatan manusia yang diproduksi di pusat penelitian Wuhan.

“Saya tidak tertarik dengan filosofi atau perang biologis. Saat ini aku hanya ingin mengetahui bagaimana bisa Danny berada di sini,” kata Christina kepada seorang pria bernama Dombey di laboratorium.

Baca Juga :  Sudah Sarapan Pagi Tapi Masih Merasa Lapar? Awas, Bisa jadi Itu Tanda Gangguan Kesehatan

“Untuk memahaminya, kamu harus kembali 20 bulan lagi. Pada saat itu, seorang ilmuwan China bernama Li Chen membelot ke AS, membawa rekaman mengenai senjata biologis paling penting dan berbahaya dari Tiongkok ppada dekade terakhir. Meeka menyebutnya Wuhan-400 karena dikembangkan di Laboratorium RDNA di luar kota Wuhan dan terdiri dari 400 strain mikroorganisme buatan manusia yang dibuat di pusat penelitian,” ungkap Dombey.

Pusat penelitian yang disebutkan dalam buku tersebut merujuk pada Institut Virologi WUhan, satu-satunya laboratorium keamanan hayati level empat milik China.

Laboratorium tersebut merupakan laboratorium tertinggi yang mempelajari virus mematikan dan berlokasi 32 kilometer dari tempat virus corona pertama kali ditemukan.

Lebih lajut, buku tersebut juga mengungkapkan virus tersebut sebagai ‘senjata sempurna’ karena tidak dapat bertahan diluar seorang penderita selama lebih dari satu menit.

“Wuhan-400 adalah senjata sempurna. Hanya bisa menginfeksi manusia, tidak ada makhluk hidup lain yang bisa membawanya. Seperti sifilis, Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia hidup lebih dari satu menit. Artinya tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti antraks dan mikroorganisme lainnya.”

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkab Karimun Siap Alihkan Pasien Covid ke RS Galang

“Setelah manusia yang terinfeksi telah meninggal, Wuhan-400 akan hilang dengan sendirinya setelah suhu jasad terinfeksi itu berada di bawah 86 derajat Fahrenheit. Apakah anda melihat keuntungan dari semua ini?”

Dean Koontz bukanlah satu-satunya penulis yang memprediksi virus corona. Menurut laporan The Sun Daily, penulis AS bernama Sylvia Browne telah memprediksi virus mematikan tersebut.

Ia menerbitkan sebuah buku berjudul End of Days: Predictions and prophecies About the End of the World. Buku tersebut diilis pada 2008.

Buku tersebut menceritakan tentang penyakit pernapasan yang menyebar ke seluruh dunia dan diprediksi terjadi pada 2020.

“Pada sekitar 2020, penyakit seperti pneumonia akan menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan sulit disembuhkan dengan semua jenis perawatan yang ada. Lebih membingungkan lagi penyakit tersebut akan hilang secara tiba-tiba dan akan kembali menyerang sepuluh tahun kemudian, setelah itu menghilang sepenuhnya.”

Sumber : suara.com

Berita Terkait

Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh
Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji
Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI
PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri
Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak
Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan
Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan
Upaya Pencegahan Hipertensi dengan PATUH dan CERDAS
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:15 WIB

Vaksin tidak Meruntuhkan Kekebalan Tubuh

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:16 WIB

Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji

Senin, 3 Juni 2024 - 07:34 WIB

Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain Selain ASI

Jumat, 31 Mei 2024 - 07:17 WIB

PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi, Termasuk di Kepri

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:18 WIB

Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

Kamis, 23 Mei 2024 - 07:54 WIB

Kasus Varian COVID-19 di Singapura, Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:31 WIB

Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

Senin, 20 Mei 2024 - 06:12 WIB

Upaya Pencegahan Hipertensi dengan PATUH dan CERDAS

Berita Terbaru