Waspada!!! Corona Belum Usai, Muncul Lagi HantaVirus

- Publisher

Rabu, 25 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Belum lagi selesai pandemi Covid-19, kini muncul lagi sebuah virus baru yang bernama HantaVirus. Virus ini muncul dari China, Senin (23/3) seorang laki laki, di Provinsi Yunnan meninggal dunia setelah dinyatakan positif hantavirus.

ilustrasi korban

Ini diungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, demikian dikutip dari laman USA Today, Rabu (25/3/2020).

Sang pria tersebut meninggal dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong, menurut Global Times. “Dia dites positif untuk Hantavirus. 32 orang lainnya dalam bus diuji,” demikian kicauan dari Global Times.

Apa Itu HantaVirus

Hantavirus adalah virus yang disebarkan oleh hewan pengerat (tikus) dan menyebabkan beragam penyakit pada manusia. Hantavirus ini menular dari tikus ke manusia lewat uap dari urin, tinja, ludah, dan gigitan. Namun demikian, manusia tidak bisa menularkan hantavirus ke manusia lainnya.

Ada pula Hantavirus jenis Hantaan (HTNV) dengan tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) 10% dari yang positif terjangkit, jenis Seoul (SEOV) dengan tingkat kematian 1-2%, dan Puumala virus (PUUV) dengan tingkat kematian rendah sebesar 0,1% saja.

BACA JUGA:  Tekad Cen Sui Lan Mengubah Sapras Madrasah se-Kepri Jadi Lebih Baik

Disebutkan dalam penelitian Indrawati Sendow dkk, Hantavirus memang belum banyak diketahui di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada di Indonesia. Kasus Hantavirus jenis Hantaan (HTNV), Seoul (SOEV), dan Puumala (PUUV) sudah ditemukan di Indonesia.

“Dia dites positif terkena #hantavirus. 32 penumpang lain juga jalani tes,” bunyi berita di Global Times seperti dikutip NY Post.

Kemunculan Virus Hanta langsung trending di media sosial. Tagar #hantavirus pun jadi heboh karena dunia belum selesai dengan Virus Corona yang menakutkan.

Meski begitu, ahli menyebutkan kalau Hantavirus bukan virus baru. Ini juga tak akan menular seperti Virus Corona COVID-19.

“Hantavirus pertama kali muncul pada 1950 di perang antara Korea dan Amerika Serikat (sungai Hantan). Ini disebarkan oleh tikus dan menyebar kalau manusia menelan cairan mereka,” kata seorang ilmuwan asal Swedia, Dr Sumaiya Shaikh.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Gelar Apel Pasukan dan Deklarasi Damai Dalam Rangka Operasi Mantap Praja 2020

Cara Penularan

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kasus-kasus hantavirus jarang terjadi, dan mereka menyebar sebagai akibat dari kontak yang dekat dengan urin hewan, kotoran atau air liur.

Jenis tikus yang dapat membawa virus juga tak sembarangan. Jenis tikus yang menularkan virus ini bisa menyebar hanya lewat perantara udara.

“Hantavirus yang menyebabkan penyakit manusia di Amerika Serikat tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain,” kata CDC di situs webnya.

penyebaran hantavirus

Gejala HantaVirus mirip dengan Covid-19 ?

Gejala hanta virus hampir mirip dengan Covid-19. Pasien mengalami kelelahan, demam, dan nyeri otot. Diikuti juga dengan keluhan sakit kepala, pusing, kedinginan dan masalah perut.

Cara Menghindari

BACA JUGA:  21 April 2021, Pintu Batam Akan Dibuka Bagi Wisman

Mengingat virus hanta berasal dari tikus, CDC mengimbau agar warga menghindari kontak langsung dengan hewan tersebut, baik di rumah, tempat kerja, maupun lokasi-lokasi lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa menutup lubang dan celah di rumah yang biasanya dijadikan sarang atau tempat persinggahan para tikus-tikus nakal. Bila perlu, siapkan jebakan khusus untuk mengurangi populasi mereka di rumah Anda. Bersihkan pula sisa-sisa makanan di dapur yang dapat menarik perhatian mereka.

Hasil penelitian terbaru menunjukkan, banyak orang yang terjangkit virus hanta lantaran sering melakukan hubungan kontak dengan tikus, atau kotorannya tersebar di sekitar rumah dan tempat kerja.

Menariknya, tak sedikit pula orang yang jatuh sakit meski mengaku tidak pernah melakukan kontak langsung dengan tikus. Maka dari itu, jika Anda tinggal di daerah di mana hewan pengerat tersebut hidup, jagalah kebersihan rumah atau tempat tinggal Anda secara rutin.

Berita Terkait

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air
Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga
Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan
Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031
Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga
HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat
PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS
Sidak Malam-Malam, Ombudsman Soroti Dugaan Pungli dan 321 WBP di Lapas Perempuan Batam
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

Senin, 21 September 2026 - 16:30 WIB

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Senin, 21 September 2026 - 08:44 WIB

Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031

Minggu, 20 September 2026 - 10:33 WIB

Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat

Berita Terbaru