Banyak Hasil Tes yang Tidak Akurat, Begini Kompleksnya Pemeriksaan Sampel Pasien Covid-19

- Publisher

Senin, 13 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Untuk membuktikan seseorang baik itu orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) positif Covid-19 adalah melalui pemeriksaan molekuler dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Masalahnya, terdapat sejumlah kondisi dan cara pengambilan sampel spesimen agar hasilnya benar-benar akurat.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio. Yang jadi masalah belakangan ini, menurut Amin, manajemen pemeriksaan spesimen dimulai dari pengambilan swab yang tidak dilakukan dengan benar.

Banyak kasus pengambilan swab hanya di ujung hidung karena tidak tersedianya kapas pengusap kecil yang bisa menjangkau sampai nasofaring. Kemudian masalah transportasi untuk pengiriman spesimen dari daerah ke laboratorium pusat.

“Masalah transportasi ini menyebabkan banyak sampel hasilnya negatif. Semoga ini bisa diperbaiki ke depannya,” kata Amin dalam diskusi daring bertemakan “Strategi Percepatan Diagnostik Laboratorium Covid-19 di Indonesia” yang digelar Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Perssi), Minggu (12/4/2020).

BACA JUGA:  Musda ke-XI, KNPI Kota Batam Buka Pendaftaran Calon Ketua

Amin mengatakan, dibutuhkan lebih banyak lab untuk melakukan pemeriksaan PCR. Saat ini menurut dia ada sekitar 52 lab (data terbaru Gugus Tugas Covid-19 60 lab, red) yang ditunjuk berdasarkan SK Menkes untuk melakukan pemeriksaan PCR, tetapi perlu dicermati kembali apakah semuanya memenuhi persyaratan.

Di satu sisi, PCR yang digunakan lab di Indonesia pun berbeda merek. Belum ada waktu buat pemerintah saat ini untuk melakukan validasi atau standarisasi dari mesin maupun reagen yang ditawarkan dari luar negeri.

Kemudian, harus dipastikan bahwa petugas yang bekerja di bagian pemeriksaan spesimen ini betul-betul terbiasa dengan hal-hal kecil, seperti pengambilan swab. Sebab, menurut dia, alat tes yang sama ketika dipegang orang berbeda, maka hasilnya pun bisa jadi berbeda. Selain itu, perlu dipastikan keamanan dari petugas yang melakukan pemeriksaan spesimen sejak di rumah sakit. Bekerja dengan APD minim memperbesar peluang petugas ini terpapar Covid-19.

BACA JUGA:  Pemerintah Pusat Biaya Survei Kedalaman Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Amin menyarankan pemerintah pemeriksaan PCR disentralisasi di sejumlah provinsi yang memang jumlah kasusnya banyak. Namun kualitas pemeriksaannya tetap dijaga sehingga sampel pasien tidak perlu semuanya dikirim ke Jakarta.

Kalau semua pemeriksaan lab dipusatkan di Jakarta, meskipun kapasitasnya sampai 10.000 per hari tetap saja pengiriman sampel dari daerah akan memakan waktu karena begitu luasnya Indonesia dan transportasi terbatas.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PDS Patklin), Prof Aryati. Menurutnya, yang harus jadi perhatian serius dalam penanganan Covid-19 saat ini bukan hanya persoalan ketersediaan mesin PCR, tetapi juga cara pengambilan sampel spesimen.

BACA JUGA:  Peneliti Jepang : Ozon Ampuh Netralkan Virus Corona

Pengambilan swab harus memenuhi persyaratan baik tenaga yang melakukan maupun cara mengambilnya. Para petugas yang mengambil swab pasien di rumah sakit maupun petugas pemeriksaan di lab juga harus disediakan alat pelindung diri (APD) level 3 agar tidak tertular virus ini.

Menurut dia, saat ini PCR merupakan barang langka di seluruh negara. Meskipun sudah ada Surat Keputusan Menkes yang membolehkan keterlibatan swasta, tetapi sebagian daerah masih belum terjangkau. Sejumlah daerah menunggu cukup lama untuk mendapatkan hasil pemeriksaan lab dari Jakarta.

“Di daerah ada yang menunggu sampai 8 hari tetapi belum dapat hasilnya. Masalah lain yang harus diselesaikan adalah kadang ada perbedaan hasil di salah satu lab yang ditunjuk. Yang pertama negatif, yang kedua positif,” kata Aryati.

Sumber : beritasatu

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Persiapan Program MBG, Amsakar Soroti Data Penerima hingga Rantai Pasok
Rayakan Anniversary ke-4, ARTOTEL Batam Ajak Siswa SMK Pariwisata Adimulia Kenali Dunia Hospitality
Jadwal Lengkap KM Kelud Medan-Batam Agustus 2026, Cek Harga Tiketnya
KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik
Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam 2026-2031, Seni Islami Didorong Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda
Sensus Ekonomi 2026, Warga Batam Diminta Tak Khawatir Berikan Data kepada Petugas
Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif
IPMKOB-Pekanbaru Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Beasiswa Saat Audiensi dengan DPRD Batam
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Pemko Batam Perkuat Persiapan Program MBG, Amsakar Soroti Data Penerima hingga Rantai Pasok

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Rayakan Anniversary ke-4, ARTOTEL Batam Ajak Siswa SMK Pariwisata Adimulia Kenali Dunia Hospitality

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Jadwal Lengkap KM Kelud Medan-Batam Agustus 2026, Cek Harga Tiketnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam 2026-2031, Seni Islami Didorong Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Berita Terbaru