Heboh Pernikahan Sejenis di Sulsel, Tamu Undangan Sudah Curiga Lihat Perawakan Mempelai

- Admin

Senin, 15 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soppeng, inikepri.com – Pernikahan sejenis menggemparkan warga Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terungkap setelah warga yang menghadiri resepsi pernikahan curiga dan mencari tahu asal usul sang mempelai pria yang ternyata adalah seorang perempuan.

Aparat kepolisian sendiri mengamankan kedua pelaku guna menghindari amukan warga yang geram akan peristiwa ini, Minggu, (14/6).

Berikut fakta selengkapnya yang kami sitat dari Kompas.com :

1. Warga curiga dengan perawakan mempelai pria yang mirip perempuan

Warga Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan adanya pernikahan sejenis yang terjadi antara MT dan mempelai pria MTR yang diketahui adalah wanita.

Terbongkarnya pernikahan tersebut setelah warga curiga dengan perawakan mempelai pria yang mirip dengan wanita.

Baca Juga :  Detik-detik Mata Bocah 6 Tahun Dicongkel Orang Tuanya, Dijadikan Tumbal Pesugihan

Melihat itu, kemudian warga mencari asal usul sang mempelai laki-laki.

Setelah adanya komunikasi antar kepala desa mempelai wanita dan kepala desa pria ternyata diketahui pengantin pria adalah laki-laki.

“Banyak warga yang melapor akan kecurigaan mempelai pria akhirnya saya berkoordinasi dengan kepala desa di mana mempelai pria berasal.

2. Pernikahan dilakukan secara siri

Sitti Salmiah, Kepala Desa Pising, membenarkan mempelai pria berinisial MTR adalah warganya dan seorang perempuan.

“Iya memang benar dia adalah warga saya dan dia itu perempuan,” katanya melaui pesan singkat.

Selain itu, pernikahan yang dilakukan MT dan MTR ini dilakukan secara siri.

Baca Juga :  Bejat! Sejoli Mesum di Masjid, Lalu Curi Kotak Amal, Sempat Salat & Ngaji

Pasalnya, pernikahan mereka tidak ada rekomendasi pernikahan dari pemerintah desa ataupun dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

3. Tetap memilih menikah

Kapolres Soppeng AKBP Puji Saputro Bowo Leksono mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya bahwa MT sudah mengetahui jika MTR ini adalah seorang wanita.

Mereka sudah menjalin asmara sejak lima bulan lalu. Bahkan, sambungnya, MT mengetahui jika MTR adalah seorang wanita dua bulan lalu.

Namun, karena asmara yang dijalin sudah dekat. Maka MT pun tidak keberatan dan rela dilamar MTR.

“Adapun ijab kabul mereka terlaksana setelah MTR memalsukan identitasnya kepada orangtua MT bahwa dirinya adalah seorang pria. Padahal sejatinya adalah wanita,” katanya melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Baca Juga :  Guru Pesantren Perkosa 12 Santri Hingga Hamil, Begini Modusnya

4. Dijerat kasus pemalsuan

Kasus pernikakahan yang dilakukan MT dan MTR berbuntut panjang. Pasalnya, saat melakukan pernikahan diketahui mereka memalsukan identitas.

“Ada dugaan pemalsuan identitasnya. Yang perempuan MTR ini mengganti jenis kelaminnya menjadi laki-laki di KTP setelah mendatangi Dukcapil, alasannya kalau yang tertulis perempuan di berkasnya itu salah tulis,” kata Kapolsek Donri-donri Iptu Mashudi, Sabtu (13/6/2020), dikuitp dari TribunSoppeng.com.

Bahkan, sambungnya, identitas keduanya juga telah dibuktikan ketika pihak kepolisian membawa mereka ke Puskesmas Tajuncu.

“Itu sudah dibuktikan di Puskesmas kalau si MTR itu adalah perempuan,” ungkapnya.

Berita Terkait

KPDN Turun ke Kebun Kelapa Pulau Midai, Perangi Hama demi Selamatkan Ekonomi Petani
Rakernas APKASI XVII Digelar di Batam, Amsakar: Daerah Harus Sejalan dengan Asta Cita
Masjid Jami’ Al-Falah Central Hills Dibangun, Amsakar Tekankan Harmoni dan Toleransi
Penegakan Tata Kelola Desa, Kepala Desa di Natuna Diberhentikan Sementara
Gaya Dakwah Kekinian: Cara Siswa MAN Karimun ‘Upgrade’ Antusiasme Remaja Beribadah
Peringatan Isra Mikraj di Batam, Amsakar Serukan Harmoni dan Kebersamaan
PLN Batam Perkuat Komitmen K3 melalui Apel Bulan K3 Nasional 2026
Amsakar Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 07:45 WIB

KPDN Turun ke Kebun Kelapa Pulau Midai, Perangi Hama demi Selamatkan Ekonomi Petani

Senin, 19 Januari 2026 - 07:30 WIB

Rakernas APKASI XVII Digelar di Batam, Amsakar: Daerah Harus Sejalan dengan Asta Cita

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:10 WIB

Masjid Jami’ Al-Falah Central Hills Dibangun, Amsakar Tekankan Harmoni dan Toleransi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:42 WIB

Penegakan Tata Kelola Desa, Kepala Desa di Natuna Diberhentikan Sementara

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:00 WIB

Peringatan Isra Mikraj di Batam, Amsakar Serukan Harmoni dan Kebersamaan

Berita Terbaru